nusabali

Atap Kantor BPBD Buleleng Hancur, Motor Terperosok di Tembuku

  • www.nusabali.com-atap-kantor-bpbd-buleleng-hancur-motor-terperosok-di-tembuku

Warga yang atap rumahnya hancur diterjang puting beliung, sebagian menumpang sementara di rumah keluarga terdekat. Tidak ada korban jiwa.

Puting Beliung Sapu Sejumlah Lokasi di Buleleng, dan Longsor Jalan Tembuku–Kintamani, Bangli


SINGARAJA, NusaBali
Terjangan puting beliung kembali melanda Buleleng, Selasa (17/1) sekitar pukul 16.30 Wita kemarin. Kali ini pusaran angin menyapu Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupapaten Buleleng, serta sejumlah lokasi di Kecamatan Sukasada. Tercatat ada sembilan rumah warga di Desa Pemaron yang terkena dampak, termasuk kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, yang mengalami kerusakan pada atap bangunan. Saking besarnya angin, petugas BPBD yang masih ada di kantor ‘berhamburan’, ada yang tiarap, memeluk tiang, dan sembunyi di kolong mobil.

“Kejadiannya sekitar pukul 16.30 Wita. Saya masih di kantor bersihkan senso, tiba-tiba angin datang dari arah laut (Utara) menuju Selatan, dan langsung menghantam sekeliling kantor, atap genteng hingga paving berserakan. Anggota ada yang tiarap, di bawah mobil, peluk tiang, karena anginnya sangat besar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur yang dikonfirmasi, Selasa (17/1) petang.

Menurut Subur, bencana puting beliung memang terjadi di sejumlah daerah di Buleleng. Hingga petang, laporan terakhir yang masuk adalah dari Desa Pemaron, Desa Sambangan di Kecamatan Sukasada, dan Lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada.

Selain memporak-porandakan kantor BPBD, rumah warga yang dilintasi puting beliun juga terdampak. Ada rumah warga yang rusak di bagian atap, ada pula antena parabola ambruk.

Subur menjelaskan, sebelumnya memang terjadi mendung tebal dan hitam yang bergerak dari arah Selatan menuju Utara. Beberapa saat kemudian awan tebal itu pun terlihat seperti memutar yang diikuti dengan angin kencang. Setelah angin itu bergerak ke arah Selatan disusul dengan hujan deras hingga Selasa (17/1) malam.

Setelah itu angin bergerak ke arah Selatan dan sempat melintas di pemukiman warga Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng yang mengakibatkan sebagian tembok pagar rumah warga rusak. Hal serupa juga dilaporkan menimpa rumah warga Lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Dari sejumlah rumah yang terdampak tidak ada korban jiwa. Warga yang atap rumahnya hancur diterjang puting beliung sebagian sudah mulai menumpang sementara di rumah keluarga terdekat. Sedangkan Subur mengaku masih melakukan pengecekan keliling, untuk memantau kondisi pasca-bencana.

Sementara itu, jalan longsor jurusan Tembuku – Kintamani di perbatasan Banjar Tembuku Kaja dengan Banjar Penida Klod di Desa/Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, pada Selasa (17/1), memakan korban. Seorang pelajar SMK di Bangli, Kadek Suastika, 18, nyaris terperosok di lokasi longsoran dengan ukuran lubang sekitar 4 x 2,5 meter.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (17/1) sekitar pukul 05.00 Wita, ketika korban Suastika hendak menjemput temannya di Banjar Tegalasah, Desa Tembuku. Diduga korban Suastika terperosok karena tak mengenal jalur di TKP berlubang karena ambles.

Dari penuturan warga, kejadian bermula kedatangan korban dari arah Selatan. Korban yang asal Banjar Kaleran, Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 5389 MK. Ketika tiba di TKP, korban Suastika diperkirakan kaget dan tak mampu menguasai kendaraan, karena tiba-tiba mendapati lubang menganga di jalan. Korban diperkirakan berusaha mengerem dan membelokkan sepeda motor ke arah kanan. Namun terlambat. Korban Suastika serta sepeda motornya terpelanting ke jalan. Suastika masih beruntung. Dia hanya terpelanting di tengah jalan. Namun sepeda motornya nyemplung ke  lubang sedalam 4 meter. “Warga yang mengetahui kejadian memberi pertolongan,” ujar Anak Agung Gede Angga Putra, seorang warga setempat.

Akibat peristiwa tersebut, sepeda motor yang dikendarai Suastika rusak parah. Sedangkan korban Suastika mengalami luka lecet pada beberapa bagian badannya.

Karena kondisi jalanan sepi, korban Suastika berteriak meminta tolong. Kebetulan ada warga yang melintas, kemudian memberitahu warga lainnya untuk memberi pertolongan. Korban berikut sepeda motornya dievakuasi  dari lokasi. ”Korban sempat bilang takut pulang karena laka lantas yang dialaminya,”  tambah Agung Angga Putra.

Kapolsek Tembuku AKP I Made Adi Suryawan, membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, tidak ada laporan ke Polsek Tembuku. Meski demikian, petugas tetap atensi dan mengingatkan warga. “Kami minta warga berhati-hati karena kondisi jalan demikian. Di sana kan sudah dipasang tanda peringatan, juga garis polisi,” ujar AKP Adi Suryawan.

Sebagaimana diketabui ruas jalan di perbatasan antara Banjar Tembuku Kaja dengan Banjar Penida Klod, Desa/Kecamatan Tembuku, Bangli, ambles. Peristiwa amblesnya jalan tersebut diperkirakan terjadi antara Rabu (4/1) malam – Kamis (5/1) dini hari. Jalan tersebut ambles diawali longsornya dinding penahan tanah (DPT) di sisi barat jalan. Akibatnya jalur Tembuku tembus Kintamani pun terputus karena truk besar tak bisa melintas. * k23, k17

Komentar