nusabali

Eselon II yang Kosong Bertambah

  • www.nusabali.com-eselon-ii-yang-kosong-bertambah

Selain jabatan staf ahli, tiga kursi Eselon II yang masih dibiarkan tanpa pejabat definitif masing-masing, Kadis Pemuda dan Olahraga, Kepala Badan Administrasi Pembangunan, dan  Kadis Perkebunan. 

DENPASAR, NusaBali
Kursi jabatan Eselon II yang kosong bertambah jumlahnya dari tiga jabatan menjadi empat jabatan. Hal itu menyusul jabatan staf ahli gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM  Pemprov Bali kosong, karena pejabatnya I Dewa Made Buana Duwuran meninggal dunia Selasa (31/1) lalu. Panitia Seleksi (pansel) belum memutuskan apakah akan melakukan seleksi pejabat Eselon II secara serentak karena masih suasana berduka.

Untuk diketahui, Dewa Buana Duwuran yang sempat menjabat Kadis Perkebunan Pemprov Bali meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Dharmais Jakarta karena menderita penyakit kanker.

Sebelumnya ada tiga kursi Eselon II yang masih dibiarkan tanpa pejabat definitif. Tiga jabatan tersebut diisi pelaksana tugas (Plt). Masing-masing, Kadis Pemuda dan Olahraga yang dijabat Plt TIA Kusuma Wardhani. TIA Kusuma Wardhani saat ini menjabat Kadis Pendidikan. Kemudian Kepala Badan Administrasi Pembangunan yang dijabat Plt I Nengah Laba. Nengah Laba adalah Kepala Biro Ekbang. Jabatan berikutnya Kadis Perkebunan yang dijabat Plt Ida Bagus Wisnuardana. Wisnuardana adalah Kadis Pertanian Tanaman/Pangan.

Dengan kosongnya tiga jabatan Eselon II ini,  telah dibentuk Tim Pansel dipimpin Tjokorda Ngurah Pemayun yang merupakan Kepala Baperjakat sekaligus Sekda Provinsi Bali. Anggota pansel ada 6 orang, yakni Inspektorat Pemprov Bali I Ketut Teneng, Kepala Badan Kepegawaian Daerah I Ketut Rochineng. Dari akademisi ada Rektor Universitas Udayana Prof Dr dr I Ketut Suastika SpPd, Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof Dr I Gusti Ngurah Wairocana SH MH, Dr Nyoman Mahendra SE MSi dari Fakultas Ekonomi Unud, dan dari profesional Ir I Gusti Ngurah Wisnu Wardana.      

Kepala Biro Humas Pemprov Bali Dewa Gede Mahendra, mengatakan saat ini empat jabatan Eselon II tersebut menunggu proses Tim Pansel. Apakah akan diisi sekaligus atau hanya tiga saja. “Masih menunggu Tim Pansel. Lagian Baperjakat (Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan) belum rapat. Katanya segera akan ada keputusan. Tunggu saja, kalau sudah ada nanti kami pasti sampaikan ke publik,” ujar Dewa Mahendra di Kantor Gubernur Bali, Selasa (7/2).   

Sementara Ketua Tim Pansel Esleon II Tjokorda Ngurah Pemayun belum bisa dimintai komentar. Saat dihubungi melalui telepon bernada mailbox. Sedangkan anggota Tim Pansel Pemprov Bali I Ketut Teneng dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, Tim Pansel kemungkinan akan melakukan seleksi seperti jadwal semula. “Ya sesuai jadwal semula, kemungkinan diseleksi tiga saja dulu. Nanti bisa menyusul lagi satu jabatan lagi. Kan masih suasana berduka. Jadi memang jabatan staf ahli sekarang otomatis kosong,” ujar Teneng.

Pembukaan pendaftaran untuk tiga jabatan Eselon II, kata Teneng, masih menunggu keputusan Baperjakat. “Belum ada keputusan dari Baperjakat untuk pendaftaran kandidat. Yang jelas awal Maret mungkin sudah ada kepastian,” tegas birokrat asal Desa Les, Kecamatan Tejakula Kabupaten, Buleleng ini. * nat

Komentar