nusabali

Cekcok dengan Suami, Nekat Terjun ke Sungai

  • www.nusabali.com-cekcok-dengan-suami-nekat-terjun-ke-sungai

Seorang ibu rumah tangga nekat mencoba bunuh diri dengan melompat dari Short Cut setinggi 30 meter di Jalur Utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya jembatan berbatasan Desa Meliling (Kecamatan Kerambutan, Tabanan) dan Desa Bantas (Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan), Kamis (1/12) siang.

TABANAN, NusaBali

Beruntung, korban I Gusti Ayu Mariatni, 37, ibu rumah tangga asal Banjar Gablogan, Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Tabanan selamat dari maut karena jatuh mendarat di aliran air Sungai Yeh Ho.

Peristiwa heboh aksi percobaan bunuh diri korban IGA Mariatni ini terjadi Kamis siang sekitar pukul 12.30 Wita. Informasi di lapangan, beberapa menit sebelum terjun bebas dari Short Cut setinggi 30 meter, korban IGA Mariatni sempat terlihat duduk di teras jineng milik warga di sebelah barat jembatan. Kemudian, korban berjalan dari sisi barat Short Cut menuju sisi timur, selanjutnya balik lagi. Tiba-tiba, seorang warga melihat korban terjun ke Sungai Yeh Ho.

Setelah terjun bebas dan tubuhnya mendarat di aliran sungai, korban Mariatni kemudian hanyut sejauh 150 meter. Tubuh korban kemudian ditemukan terdampar di Pancoran Manis, bagian hilir Sungai Yeh Ho yang berjarak 150 meter dari lokasi terjun bebas.

Adalah saksi I Wayan Margada, 35, yang pertama kali menyelamatkan korban Mariatni. Ketika itu, pria asal Banjar Bantas Tengah, Desa Bantas ini kebetulan lewat di lokasi TKP dan langsung distop oleh seorang ibu yang sebelumnya melihat korban terjun ke sungai. Begitu menengok ke bawah, Wayan Margada tidak melihat posisi korban yang telah hanyut.

Wayan Margada pun memanggil temannya, I Made Artana, yang mengetahui medan untuk menuju dasar Sungai Yeh Ho. Pada akhirnya, Margada dan Artana bisa sampai di sungai. Setelah melakukan penyusuran, mereka menemukan korban Mariatni tergeletak di Pancoran Manis. Saat ditemukan, korban dalam kondisi pingsan.

Margada dan Artana sempat berupaya memberikan pertolongan pertama kepada korban Mariatni di Sungai Yeh Ho, hingga air sungai yang smpat masuk ke dalam tubuhnya keluar melalui mulut. “Setelah air keluar, napasnya mulai normal,” cerita Margada.

Tak lama berselang, warga berdatangan ke Sungai Yeh Ho, hingga mereka bersama-sama mengevakuasi korban Mariatni yang skarat. Kemudian, korban Mariatni (perempuan asal Desa Bebalang, Kecamatan Bangli yang menikah ke Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Tabanan) dibawa ke RSUD Tanbnan dengan mobil ambulans.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD Tabanan, korban Mariatni selkamat dari maut karena tidak terjadi benturan keras saat jatuh ke sungai. Perempuan berusia 35 tahun ini hanya mengalami respons nyeri saja di paha kiri dan pinggul, selain luka lebam di mata kiri dan benjolan di pipi kiri serta dahi kiri. Dari hasil rontgen pun, tidak ada tulang yang patah.

"Korban tidak ada permasalahan serius. Hanya saja, ketika dibawa ke rumah sakit. korban mengalami penurunan kesadaran, ucapanya juga tidak jelas. Sehingga korban harus opname untuk memulihkan kesadarannya," ujar dokter yang menanganinya di RSUD Tabanan, dr Gusti Ayu Novi Harisanti.

Sementara, Kapolsek Selamadeg Timur, AKP I Wayan Sunarsa, menyatakan pihaknya masih mendalami motif ddi balik percobaan bunuh diri korban IGA Mariatni. Pihaknya juga sudah meminta keterangan keluarga korban di RSUD Tabanan, namun mereka agak tertutup. "Kami belum berani memastikan apa yang melatarbelakangi aksi nekat korban,” jelas Kapolsek Waytan Sunarsa saat dikonfirmasi NusaBali, Kamis kemarin.

Korban IGA Mariatni sendiri merupakan istri dari I Gede Widiarta, 36, pria asal Banjar Gablogan, Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. Dari pernikahannya dengan Gede Widiarta, korban dikaruniai dua anak.

Salah seorang kerabat koran menyebutkan, percobaan bunuh diri ini diduga dilatar-belakangi cekcok antara Mariatni dan suaminya, Gede Widiarta. Awalnya, pasutri Widiarta dan Mariatni hendak membawa pasir ke kawasan Bangli. Si suami, Widiarta merupakan sopir Truk pengangkut pasir.

Hanya saja, mereka terlibat cekcok di perjalanan. Korban Mariatni pun memutuskan turun di lokasi Short Cut kawasan Banjar Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, sampai akhirnya nekat terjun ke Sungai Yeh Ho. “Istrinya kesal, karena curiga suaminya yang bekerja sebagai sopir mempunyai wanita idaman lain, sehingga terjadi cekcok,” ujar kerabat korban yang enggan namanya dikorankan saat ditemui di RSUD Tabanan, Kamis kemarin.

Menurut sumber tadi, sebelum memutuskan terjun bebas dari Short Cut ke sungai, korban Mariatni sempat menelepon mertuanya di Banjar Gablogan, Desa Berembeng. Intinya, korban minta dijemput ke Banjar Pucuk, Desa Bantas di mana diua terjun bebas. “Ketika mertuanya datang, korban sudah terjun ke sungai dan banyak orang di sana,” katanya. * cr61

Komentar