nusabali

Koster Kawal Pergerakan Kader di Buleleng

  • www.nusabali.com-koster-kawal-pergerakan-kader-di-buleleng

Koster menegaskan, tidak ada pertarungan antar kader ‘banteng’ dalam Pilkada Buleleng, sebab Dewa Sukrawan sudah resmi dipecat.

PDIP Rapatkan Barisan Menangkan Paket PASS


SINGARAJA, NusaBali
DPD PDIP Bali turun gunung amankan target kemenangan pasangan calon Incumbent Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (Paket PASS), minimal 75 persen di Pilkada Buleleng 2017. Seluruh kader banteng di Buleleng dikumpulkan sebagai ajang konsolidasi internal, Sabtu (17/12) pagi di Hotel Melka, Lovina. DPD PDIP juga mengajak seluruh anggota Fraksi PDIP di DPRD Bali dalam konsolidasi tersebut. Konsolidasi dipimpin langsung Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster dengan menghadirkan Paket PASS.

Koster dalam konsolidasi itu menyatakan bahwa DPD PDIP Bali akan mengawasi ketat seluruh pergerakan kader-kader PDIP di Buleleng untuk bisa memenangkan Paket PASS di Pilkada Buleleng 2017 dengan target minimal 75 persen. Untuk itu, Koster mengaku pengurus DPD PDIP Bali, Anggota Fraksi PDIP Bali akan berkeliling ke seluruh kecamatan di Buleleng mengawasi pergerakan kadernya. “Kami sudah menugaskan semua fraksi dari DPD PDIP Bali, anggota fraksi dari PDIP Bali akan bergilir di semua kecamatan di Buleleng untuk memantau gerak-gerik kader di Buleleng, kami melakukan pengawasan dengan ketat,” tegasnya.

Koster menginginkan agar PDIP Buleleng bisa solid di seluruh tingkatan struktur partai mulai dari DPC PDIP Buleleng, PAC, Ranting dan Anak ranting mengikuti instruksi ketua umum untuk memenangkan Paket PASS di Pilkada Buleleng 2017. Koster menegaskan, tidak ada pertarungan antar kader ‘banteng’ dalam Pilkada Buleleng. SK Pemecatan terhadap Dewa Nyoman Sukrawan telah ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto tertanggal 6 Desember 2016 dengan tegas menyatakan bahwa Dewa Nyoman Sukrawan dilarang membawa-bawa nama, atribut dan jabatan di PDIP dalam melaksanakan proses politiknya di Buleleng.

“Saya tegaskan, Banteng itu calonnya cuma satu, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra (PASS). Di luar itu bukan. Tidak boleh ada lagi yang mengklaim bawa-bawa nama partai. SK DPP sudah tegas melarang yang bersangkutan tidak boleh membawa atribut partai, mengatasnamakan partai dan jabatan atas nama partai,” tandasnya. SK DPP PDIP terkait pemecatan ini menjadi materi sosialisasi konsolidasi dan koordinasi. SK Pemecatan itupun sudah diserahkan langsung oleh DPD PDIP Bali kepada Ketua DPC PDIP Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

SK pemecatan itu segera diberikan kepada Dewa Nyoman Sukrawan, dan ditembuskan kepada masing-masing struktur partai PDIP di Buleleng. “Bagi kader partai yang tidak jalankan instruksi, sanksi tegas mulai pemecatan sampai dengan sanksi-sanksi lain sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan,” tambah Koster yang kini sedang digadang-gadang untuk maju Pilgub Bali 2018 ini.

Selain soliditas di tubuh internal PDIP Buleleng, Koster juga meminta DPC PDIP Buleleng semaksimal mungkin melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan partai pengusung dan pendukung karena sangat signifikan menentukan target kemenangan. Paket PASS selain diusung PDIP, juga ada NasDem, Hanura, Gerindra, PAN, PPP, dan PKB. Koster mengimbau supaya tim pemenangan Paket PASS solid dan bekerja sesuai dengan tahapan dan mekanisme yang ditentukan oleh KPU Buleleng dengan baik dan tertib.

Kader dan pendukung Paket PASS diminta untuk tidak melakukan pelanggaran. “Tentu saja kami menginginkan Pilkada Buleleng berjalan dengan nyaman dan damai, jangan sampai merepotkan pihak keamanan dalam hal ini Kepolisian maupun TNI. Kami berharap Pilkada Buleleng benar-benar berintegritas seperti yang dicanangkan oleh KPU Buleleng dan kami sangat komitmen untuk melakukan itu,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Buleleng yang juga calon Bupati, Putu Agus Suradnyana menegaskan PDIP sebagai organisasi politik mempunyai aturan, AD/ART yang harus dipedomani dan dijalankan oleh seluruh anggotanya. “Kami tidak mau bila ada yang mengatakan dirinya kader PDIP, lalu menyampaikan hal-hal yang berlawanan dari keputusan partai kepada publik. Partai mempunyai AD/ART, harus diatur semua. Saya selama ini hanya diam saja, sekarang sudah ada pemecatan maka dengan tegas saya nyatakan bahwa PDIP hanya punya satu pasang calon, PASS,” tegas Agus Suradnyana. * k19

Komentar