|« kembali| ||

Massa Sukarno Datangi Mapolda





DENPASAR, NusaBali
Selasa, 20 Juli 2010


Massa pendukung Wayan Sukaja-I Gusti Ngurah Anom (Sukarno), paket Cabup-Cawabup Tabanan yang diusung Golkar, mendatangi Markas Polda Bali di Jalan WR Supratman Denpasar, Senin (19/7) pagi. Kehadiran mereka bukan untuk menggugat hasil Pilkada Tabanan, 4 Mei 2010 lalu, tapi tuntut kepolisian menuntaskan kasus dugaan mark-up pembelian tanah buat pembangunan Rumah Sakit Internasional (RSI) Tabanan di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri.

Massa pendukung Sukarno yang berjumlah seratusan orang ini menyerbu Mapolda Bali, Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Rombongan relawan Sukarno ini dipimpin IGM Semadi Yoga cs.

Selain mendesak kepolisian untuk menuntaskan kasus dugaan mark-up pembelian halan RSI Tabanan di Desa Nyitdah, relawan Sukarno juga memberikan masukan tambahan terkait dugaan pelanggaran dalam Pilkada Tabanan 2010 yang dimenangkan pasangan Putu Eka Wiryastuti-Komang Gede Sanjaya (Eka-Jaya), Cabup-Cawabup Tabanan yang diusung PDIP.

Relawan Sukarno membeberkan adanya pelanggaran logistik Pilkada Tabanan 2010 menyangkut kertas suara yang tidak dicetak di Bali, namun justru di Surabaya. Kecuali itu, juga terjadi penyalahgunaan APBD Tabanan dalam bentuk dana Bansos untuk kepentingan Pilkada.

Hanya saja, massa pendukung Sukarno tidak bisa masuk ke Mapolda Bali. Massa yang mengenakan pakaian adat madya itu dialihkan ke areal parkir GOR Ngurah Rai Denpasar, yang berada beberapa meter sebelah barat Mapolda Bali. Dalam orasinya, IGM Semadi Yoga selaku pimpinan rombongan relawan Sukarno jelas-jelas menyebut kasus dugaan mark-up pembelian tanah untuk pembangunan RSI Tabanan di Desa Nyitdah. “Kami akan selalu memberikan dukungan moral kepada kepolisian untuk mengusut tuntas korupsi lahan di RSI Tabanan,” tegas Semadi Yoga melalui microphone.

Setelah beberapa menit berorasi di sekitar areal parkor GOR Ngurah Rai Denpasar, enam perwakilan rombongan relawan Sukarno akhirnya diizinkan masuk ke Mapolda Bali. Mereka masing-masing Ketut Sugina, Made Muskadana, I Nyoman Karca, I Nengah Kemananda, I Gusti Ngurah Sanjaya, dan Sumardia. Made Muskadana selaku juru bicara para perwakilan relawan Sukarno, menyatakan siap menjalin kerjasama dengan kepolisian demi penyelidikan kasus dugaan korupsi pembelian ahan RSI di Tabanan. “Kita ingin Tabanan bebas dari KKN. Untuk itu, kami minta Polda Bali mengusut kasus ini hingga tuntas,” papar Muskadana.

Sementara, Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar menegaskan pihaknya sudah membentuk tim dalam penanganan kasus dugaan mark-up pembelian lahan pembangunan RSI di Tabanan. “Saat ini prosesnya masih berjalan,” jelas Sugianyar.

Ditambahkan Sugianyar, dalam melakukan proses penyelidikan, tidak ada pihak mana pun yang bisa intervensi kepolisian. “Kami independen dan transparan dalam setiap menangani suatu kasus. Masyarakat bisa mengetahui sejauah mana perkembangannya nanti, jadi jangan khawatirlah,” tandas Sugianyar. 7 h





2010-07-19 21:53:12 - admin