NEGARA, NusaBali
Sabtu, 24 Juli 2010
Kabar terancam pecahnya duet Gede Patriana Krisna-Gede Winasa sebagai duet anak-bapak untuk tarung Pilkada Jembrana 2010 kian menganga lebar. Bila sebelumnya Winasa dikabarkan tidak ideal menjadi cawabup tandem dengan putranya, Patriana karena berpotensi kalah sehingga berujung cerai berai timnya, kini justru Winasa digerogoti oleh Demokrat.
Informasi yang yang berhasil diperoleh NusaBali, Jumat (23/7), upaya mendepak Winasa agar tidak menjadi cawabup bukan hanya oleh tim Patriana. Namun juga mulai dilakukan oleh Demokrat yang nota bene banyak ditolong Winasa saat Pileg 2009 sehingga berhasil menempatkan tujuh wakilnya di DPRD Jembrana.
Upaya ini berawal ketika Demokrat sudah berancang-ancang melakukan koalisi parpol besar bersama PDIP dan Golkar. Dalam skenario tiga parpol besar, diharapkan DPP PDIP mengeluarkan rekomendasi cabup/cawabup untuk Pilkada Jembrana 2010 adalah kader-koalisi parpol. Artinya rekomendasi yang diharapkan adalah formasinya cabup dipegang oleh PDIP dan untuk cawabupnya dari Demokrat atau Golkar.
Skenario kader-koalisi parpol ini sempat mencuat dalam rapat DPP PDIP di Jakarta pekan lalu. Dari rapat itu muncul harapan agar kiranya pasangan cabup/cawabup yang bisa diusung dalam pilkada adalah PDIP-gabungan parpol. Hanya saja mendadak Demokrat dikabarkan berubah haluan. Tiba-tiba Demokrat lebih memilih melepaskan diri dari rencana koalisi tiga parpol besar.
Hal ini mengacu kepada kasak-kusuk yang didengar langsung oleh NusaBali di Jembrana, Jumat (23/7). Dari kasak-kusuk ini, Demokrat lebih memilih koalisi dengan Patriana. Formasinya adalah Patriana sebagai cabup dan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Jembrana, Ketut Subanda sebagai cawabunya.
Guna memuluskan formasi ini, dikabarkan Subanda tengah melobi para elite Demokrat di pusat. “Sekarang Pak Subanda sedang berada di Jakarta untuk temui pengurus-pengurus DPP Demokrat,” ujar sumber di lingkaran Demokrat Jembrana, Jumat (23/7).
Sumber ini juga mengaku kaget mengapa tiba-tiba Demokrat yang sudah berancang-ancang akan melakukan koalisi dengan PDIP mendadak berubah haluan. Hanya saja sumber ini berharap bila duet Patriana-Subanda terwujud, diharapkan Winasa bisa memberikan suport. Pasalnya, walau bagaimanapun Patriana adalah putranya.
Subanda ketika dikonfirmasi NusaBali per telepon, Jumat (23/7) membenarkan dirinya sedang berada di Jakarta. Kebaradaannya di Jakarta guna mengikuti rapat partai di DPP Demokrat. Sementara ketika disinggung soal berbuah haluan, Subanda mengatakan sejak awal Demokrat Jembrana belum ada bahasa koalisi dengan PDIP dan Golkar. Kondisi yang ada adalah tiga parpol besar di Jembrana merapatkan barisan hanya sebatas membangun komunikasi.
Sedangkan ketika disinggung soal berubah haluan dimana ada wacana formasi paket Patriana-Subanda, Subanda hanya mengatakan kalau induk parpolnya mengamanahkan dirinya untuk maju dalam Pilkada Jembrana 2010 maka akan dijalankan. “Kalau partai mengamanahkan harus berpaket saya siap. Tapi sekarang belum ada keputusan, kita masih nunggu dulu keputusan partai.
Sementara itu kendati ada wacana Demokrat akan mengusung paket Patriana-Subanda, namun tidak membuat Wakil Ketua DPC PDIP Mendoyo, IB Dana Manuaba merasa terusik. Dana Manuaba tetap pada sikap awalnya memberikan dukungan agar paket yang lahir baik itu melalui PDIP maupun independen adalah Patriana-Winasa. Bahkan atas dukungannya ini Dana Manuaba menyatakan siap menerima sanksi internal PDIP.
Pasalnya, dukungan yang diberikan dana Manuaba keada duet Patriana-Winasa untuk kepentingan masyarakat Jembana. “Yang bisa menjawab itu saya yakin paket Ipat (Patriana, red)-Winasa yang mampu,” ujarnya kepada NusaBali, Jumat (23/7).
Dana Manuaba tidak bisa memungkiri bahwa Rakercabsus PDIP Jembrana bisa dijadikan pertimbangan DPP PDIP untuk menentukan pasangan cabup/cawabup. Hanya saja harus disadari bahwa diluar peserta rakercabsus masih ada kekuatan ribuan masyarakat Jembrana. “Ribuan inilah kekuatan paket Ipat-Winasa,” ujarnya.
Dana Manuaba juga mengatakan, dalam tarung pilkada ini masyarakat memilih figur yang terbukti, bukan memilih pemimpin hasil rakercabsus. Terlepas dari kasus-kasus yang mencuat di Jembrana, masih ada hal-hal yang positif diberikan kepada masyarakat Jembrana oleh Winasa.
Sedangkan menyikapi pernyataan Sekretaris DPC PDIP Jembrana, Ketut Sugiasa, Dana Manuaba menilainya itu pernyataan pribadi. Pasalnya, yang jelas hingga saat ini masih tetap berada di tubuh PDIP, tepatnya di jajaran PAC PDIP Kecamatan Mendoyo. “Apapun statemen saya jauh tidak ada muatan kepentingan. Buktinya saya tidak dekat dengan Pak Winasa. Beliau tidak tahu saya, ketemu saja tidak pernah. Itu emua pemikiran dan penilaian pribadi saya pribadi,” terang Dana Manuaba. 7 pam |