nusabali

Desain Patung Istri Kanya Perlu Dikaji

  • www.nusabali.com-desain-patung-istri-kanya-perlu-dikaji

Proyek pembangunan sebuah patung Ida I Dewa Agung Istri Kanya sudah ditenderkan dan dimenangkan oleh kontraktor, Selasa (7/3).

SEMARAPURA, NusaBali

Namun sejauh ini masih terdapat polemik terhadap bentuk atau desain patung itu. Karena selama ini tidak ada dokumentasi dari wajah pahlawan Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Sehingga baik tokoh puri, budayawan, termasuk pemerintah saat melakukan pembahasan masih meraba-raba. Beberapa desain memang sudah dibuat oleh kalangan seniman, namun masih mendapat sejumlah masukan, di antaranya terlalu cantik.

“Kami masih perlu melakukan rapat finalisasi, khusus membahas bentuk wajah Ida Dewa Agung Istri Kanya, apa yang menjadi keputusan nanti kami siap menerima,” ujar Raja Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semaputra, saat ditemui, Kamis (9/3). Kata dia, atribut yang dikenakan pada patung juga mesti diberikan penjelasan. Pihaknya berharap rapat finalisasi tersebut dapat menyatukan persepsi dari semua unsur dan menghindari polemik di kemudian hari, terlebih jika patung itu sudah selesai.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Wayan Wirata tidak menampik adanya masukan tersebut. Di antaranya pada desain yang sempat digarap sebelumnya pada rambutnya agar ditambah konde, kain agak naik dan lainnya. “Maket gambar patungnya nanti akan kembali dipaparkan oleh pemenang tender dan dinas,” ujarnya.

Data di Klungkung, pembangunan Patung Ida I Dewa Agung Istri Kanya menelan anggaran Rp 5.499.332.000, dengan harga penawaran Rp 4.500.000.000 dan negosiasi harga Rp 4.497.450.000. Hanya saja kalau desain gambar yang sudah masuk tender tersebut diubah kembali, tidak tertutup kemungkinan waktu pengerjaan yang diperlukan bisa bertambah. Penggarapan proyek ini dilakukan pada 2017 ini, dengan pengerjaan 120 hari kalender.

Pembangunan patung tersebut sebagai salah satu syarat meraih gelar pahlawan nasional terhadap jasa perjuangan Ida I Dewa Agung Istri Kanya, dalam memimpin pasukan melawan penjajah Belanda. Hanya saja perjuangan untuk meraih gelar pahlawan nasioal tersebut sempat gagal dua kali. Pemkab Klungkung kini tidak mau tergesa-gesa, karena kesempatan itu hanya tinggal lagi sekali. Untuk mengajukan hal itu, harus ada beberapa dokumen dan atribut pendukung, selain membangun Patung I Dewa Agung Istri Kanya, juga fragmen Perang Puputan Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung dan lainnya.

Pada 2016, Pemkab Klungkung sudah menyiapkan fragmen tari perang Puputan Kusamba yang akan dilauncing 29 April 2016 serangkaian hari Puputan Klungkung ke-108 dan Festival Semarapura. Sebelumnya Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta pengusulan gelar pahlawan agar tidak buru-buru. Bupati minta dikaji secara matang, baik persyaratan maupun dokumen yang dianggap kurang oleh pemerintah Pusat. Bupati tidak ingin pengusulan itu ditolak kesekian kalinya. “Kami tidak menarget harus sekarang, namun bagaimana usulan ini bisa berhasil,” kata Bupati Suwirta. *wa

loading...

Komentar