nusabali

Security dan Guide Terjaring OTT

  • www.nusabali.com-security-dan-guide-terjaring-ott

Guide memberi suap ke security agar bisa keluar masuk ruang check in antar tamu tanpa pemeriksaan dan kartu pas bandara.

Di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai


DENPASAR, NusaBali
Seorang petugas keamanan (security) Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Selasa (16/5) pukul 22.00 Wita terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polda Bali. Security bernama Wirdan,26, ini diciduk setelah menerima uang diduga pungutan liar (pungli) dari seorang guide khusus turis China bernama, Muhamad Jemi,34, sebagai imbalan untuk membawa secara langsung wisatawan beserta barang hingga ke dalam ruangan check in tanpa menggunakan kartu pas. Dalam OTT tersebut petugas mengamankan barang bukti (BB) berupa uang tunai sebesar Rp 55.000. Security Wirdan dan guide Muhamad Jemi kini diamankan di Polda Bali.

Penangkapan tersebut berawal dari pemantauan anggota Saber Pungli yang ada di lokasi kejadian, tepatnya di terminal keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai pada, Selasa pukul 21.00 Wita. Saat itu petugas mendapati adanya aktivitas mencurigakan dari seorang guide bernama Muhamad Jemi.

Pria yang tinggal di Jalan Gatsu Lingkungan Karang, Tohpati, Denpasar ini masuk ke dalam ruangan keberangkatan internasional tanpa menggunakan kartu pas selaku koordinator guide.

Bahkan, Muhamad Jemi yang mengantar puluhan wisatwan itu tidak diperiksa sedikitpun oleh petugas security bernama Wirdan,26. Nah, usai mengantar bagasi dan wisatawan tersebut, guide ini kembali ke tempat jaga petugas security. Saat itulah, Muhamad Jemi memberikan sejumlah uang kepada petugas security yang beralamat di Jalan Pulau Galang, Gang Penataran Sari No 15 Denpasar Selatan ini.

Melihat aksi suap ini, petugas langsung lakukan pengamanan terhadap security asal Bare-Bare Dusun Sukaraja II, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB ini. Selain itu, petugas juga mengamankan koordinator guide untuk diperiksa lebih lanjut. Saat dilakukan penggeledahan pada saku celana security Wirdan, petugas mendapati uang yang diduga kuat hasil pungli sebesar Rp 55.000.

Uang di dalam kantong tersebut diakui juga oleh Muhamad Jemi sebagai uang imbalan setelah bisa masuk tanpa diperiksa dan juga tanpa kartu pass sebagai koordinator guide. Barang bukti berupa uang tersebut dengan rincian dua lembar uang pecahan Rp 20.000 satu lembar uang pecahan Rp10.000, dua lembar uang pecahan Rp 2.000 dan satu lembar uang pecahan Rp 1.000. Uang dan pemberi Muhamad Jemi serta penerima Wirdan sudah diamankan oleh anggota Saber pungli.

Dari informasi lain yang dihimpun, aksi pungutan liar di terminal Keberangkatan Internasional ini sudah berlangsung sejak lama. Khusus para koordinator guide memberikan sejumlah uang kepada oknum security dengan nominal yang berbeda. Dengan demikian mereka bebas beraktifitas tanpa diperiksa ataupun menggunakan kartu pas masuk.

Usut punya usut, ternyata security Wirdan ini pernah menerima SP-1 dari pihak Angkasa Pura lantaran menggunakan HP saat bekerja. “Ya, memang oknum security ini sering berbuat tidak sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur). Apalagi, Bandara Ngurah Rai ini kan berstandar internasional. Kalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan, siapa kemudian tanggung jawab,” sindir petugas kepolisian, Rabu (17/5) malam. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja membenarkan OTT di Bandara Ngurah Rai.

Terkait penangkapan seorang security dan juga guide tersebut, pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam oleh anggota Dit Reskrimum Polda Bali. “Tindakan oknum security ini merupakan tindakan melanggar hukum karena kawasan bandara steril dan rawan dilakukan penyusupan oleh pelaku terorisme. Jadi, sejatinya merekalah yang menjaga di bagian terdepan untuk menangani hal-hal semacam ini,” pungkas AKBP Hengky. * dar

Komentar