nusabali

Rilis Single Perdana, Moxie dan GummyGirlz Siap Warnai Musik Bali

  • www.nusabali.com-rilis-single-perdana-moxie-dan-gummygirlz-siap-warnai-musik-bali

DENPASAR, NusaBali - Blantika musik Bali mendapat warna baru dengan kehadiran dua grup musik yang beranggotakan penyanyi muda. Di bawah bendera Maranda Productions, Moxie yang beranggotakan tiga remaja, Nanda, Tisha, Erin, dan GummyGirlz yang didukung tiga penyanyi cilik Rayna, Ratih dan Isyana, masing-masing merilis single perdana mereka pada Sabtu (20/7) di Denpasar.

Para personel kedua grup ini sebelumnya bertemu di Janawati Academy of Performing Arts binaan Heny Janawati. 

Moxie digadang-gadang sebagai girl group (i-Pop) pertama dari Bali. Ketiga personelnya memiliki warna suara masing-masing, juga karakter dan look yang berbeda-beda. Nanda yang sangat cocok dengan rock star, Tisha tampil dengan kalem dengan gaya sweet, serta Erin yang sesuai membawakan genre klasik. 

Sebagai debut sekaligus perkenalan, Moxie membawakan self titled song ‘Moxie’ yang diciptakan dan diproduksi oleh Nusandari Maranda (Aya) dan Larasati Maranda (Lala) yang lebih dikenal sebagai duo Alien Child. 

Lagu ini berkisah tentang keberanian dan kekuatan perempuan, bagaimana perempuan bisa melakukan apapun yang diinginkan dan bisa mengejar mimpi. Moxie menjadi lebih dari sekadar girl group, tapi juga gerakan yang memperjuangkan perempuan Indonesia.

Moxie sendiri bermakna perempuan perkasa. Produser Ketut Suarma mengatakan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menghadapi kesulitan dan tantangan dengan semangat dan keberaniannya. 

“Girl power dan kesetaraan gender adalah salah satunya yang ingin disampaikan dalam lirik lagu Moxie,” ujar Ketut Suarma. 

Menurut Ketut Suarma tidaklah mudah untuk menyatukan tiga karakter suara berbeda agar menghasilkan sebuah lagu yang berkualitas tapi tetap bisa nyaman di telinga gen Z. 

“Challenge itulah yang saya berikan kepada dua putri saya Nusandari Maranda dan Larasati Maranda yang dalam project ini berperan sebagai music producer,” ujar Ketut Suarma. 

Sementara itu GummyGirlz, girl group anak-anak juga dipersiapkan tampil berbeda dari penyanyi anak-anak sebelumnya. Menandai awal pemunculannya, GummyGirlz memperkenalkan satu lagu berjudul ‘Heartbeat’ yang juga diciptakan Aya dan Lala. 

Dengan nuansa khas anak-anak, lagu Heartbeat bercerita tentang rasa yang lebih dari bahagia, lebih dari ceria dan lebih dari semangat. Karenanya tak berlebihan apabila dikatakan tiga penyanyi cilik yang tergabung dalam GummyGirlz tak hanya bernyanyi, namun juga berupaya memberi pengaruh perasaan positif yang baru dan membuat jantung menjadi berdetak gembira. 

Sebagai pihak yang dipercaya menangani dan memunculkan bakat luar biasa dari Moxie dan GummyGirlz, baik Aya maupun Lala mengaku sangat tertantang namun juga senang dan bangga. Tantangannya tentu karena biasanya mereka menangani solois, dan ini kali pertama menggarap grup. 

Sangat berkesan bagaimana memunculkan karakter masing-masing bakat sekaligus memulasnya, dan mencarikan lagu yang sesuai untuk mereka. Aya dan Lala tentu merasa senang juga karena menangani Moxie dan GummyGirlz memberi mereka kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi dan punya kesempatan untuk menunjukkan kontribusi dalam perkembangan musik di Bali. 

Kebanggaannya, setelah melihat hasil akhir proses berminggu-minggu, sampai pada satu kesimpulan, Moxie dan GummyGirlz memang pantas, layak untuk diperkenalkan dan dikedepankan karena memberi warna beda di tengah semaraknya geliat musik di Bali.

"Semoga produksi Maranda Productions kali ini, Moxie dan GummyGirlz dapat diterima baik oleh penikmat musik, seperti halnya produksi kami sebelumnya bisa dikenal luas," harap Aya dan Lala. 7 a

Komentar