nusabali

Pasutri Dagang Nasi Kena Tipu

  • www.nusabali.com-pasutri-dagang-nasi-kena-tipu

Pasangan suami istri (pasutri) pedagang nasi, Anak Agung Eka Putra dan Jro Parmi jadi korban penipuan. 

BANGLI, NusaBali
Kasus penipuan yang menimpa pasutri asal Puri Kanginan, Kelurahan Kawan, Bangli, bermula dari kedatangan perempuan yang mengaku membutuhkan uang untuk biaya operasi suaminya. Pasutri ini pun iba dan berikan pinjaman dengan jaminan kalung emas, hanya saja kalung itu emas imitasi.  

Anak agung Eka Putra menceritakan, pada Sabtu  (30/9) sekitar pukul 16.00 Wita, datang seorang perempuan dengan anaknya yang diperkiran berusia dua tahun ke warungnya. Perempuan itu mengaku bernama Dewi asal Dusun Uma Ayar Petak, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Dewi mengaku mau menggadaikan kalung emas, hanya saja Kantor Pegadaian sudah tutup. “Katanya perlu uang untuk bayar uang muka operasi suaminya di RSU Bangli. Kebetulan kami pegang uang Rp 400 ribu. Uang tersebut kami berikan dan kalung emas dijadikan jaminan,” jelasnya, Senin (2/10).

Dewi mengaku akan mengembalikan uang hari itu juga. “Dijanjikan uang dikembalikan pukul 19.00 Wita, tapi kami tunggu hingga hari ini tidak datang juga,” ungkap Jro Parmi. Setelah menerima uang, Dewi mencari ojek dan mengarah ke RSU Bangli. Ketika itu Agung Putra mengikuti hingga depan RSU dan Dewi nampak masuk ke RSU. Agung Putra yakin bahwa perempuan itu jujur dan tidak ada bayangan penipu. Lantaran hingga pukul 19.00 Wita, Dewi tak menampakan diri, Jro Parmi pergi ke toko emas untuk memastikan kalung yang diberikan Dewi sebagai jaminan. Setelah dicek, kalung itu imitasi. 

Pasutri ini kemudian mencari Dewi ke rumah sakit, ternyata hari itu (Sabtu) tidak ada pasien laka lantas. “Ngaku, suaminya jadi korban tabrak lari di depan Telkom Bangli,” ujar Jro Parmi. Diakui, ia sempat meminta keterangan kepada sejumlah orang asal Petak, Kelurahan Bebalang, ternyata tidak ada warga yang dirawat di rumah sakit karena laka lantas. “Kami kasihan, makanya kami berikan pinjaman. Dan kami tidak memastikan lebih dulu, mengecek KTP dan lainnya,” sesal Jro Parmi. Pasutri ini pun mengaku menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran agar waspda kepada orang yang baru dikenal. *e

Komentar