nusabali

Ogoh-ogoh Dilarang Berbau Politik

  • www.nusabali.com-ogoh-ogoh-dilarang-berbau-politik

Perayaan malam pengrupukan jelang Nyepi Caka 1940 akan berbarengan dengan hajatan Pilkada serentak.

GIANYAR, NusaBali
Saat itu, tahapan Pilkada memasuki masa kampanye. Guna menjaga kondusifitas hari suci Nyepi, ogoh-ogoh pun dihimbau tidak berbau politik. Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Gianyar melangsungkan rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP).

Kepala Badan Kesbanglinmas Gianyar Dewa Gde Alit Mudiarta mengaku pihaknya harus mencegah terjadinya gesekan dan pelanggaran kampanye. “Ogoh-ogoh tidak kami larang, tapi bagaimana ogoh-ogoh itu tidak bernuansa politis,” pinta Alit Mudiarta, usai rapat, Senin (29/1).

Pihak Kesbanglinmas sendiri mengajak desa pakraman ikut mengawasi malam pangerupukan dan bisa membandingkan mana ranah politik dan adat. “Kami serahkan ke desa pakraman untuk mengawasi. Maka dari itu kami koordinasikan dengan desa pakraman supaya bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Tak dipungkiri, jika hajatan ogoh-ogoh ini banyak dibiayai oleh politikus. “Misalnya dalam mengarak ogoh-ogoh ada bentuk baju atau berisi gambar paslon dan lainnya. Itu kami larang,” jelasnya. Kesbanglinmas juga sepakat bekerja bersama Panwaslu Gianyar untuk memantau ogoh-ogoh. “Kami sudah dengan Panwaslu. Malam Pangerupukan berlangsung Maret, tapi kami perlu mencegah sehingga tidak terjadi hal demikianm,” tukasnya.

Ketua Panwaslu Gianyar Wayan Hartawan akan mengawasi hajatan politik ini sampai ke tingkat desa pakraman. Pengawasan juga melibatkan Panwas Kecamatan. “Sebenarnya desa pakraman itu netral dalam hal politik. Kalau ada desa yang mengundang atau didatangi Paslon (pasangan calon, Red) A. Maka desa juga harus menerima Paslon B. Kalau sampai ada penghadangan itu pelanggaran,” jelasnya. Pihaknya juga mengingatkan penggunaan sarana umum seperti balai banjar dan wantilan harus benar-benar netral.*nvi

Komentar