nusabali

LPMP Monev di SMPN 2 Selat

  • www.nusabali.com-lpmp-monev-di-smpn-2-selat

LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Bali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembelajaran di SMPN 2 Selat, Karangasem, Sabtu (3/3).

AMLAPURA, NusaBali
Banyak hal yang dimonitor, terutama menyangkut implementasi delapan standar pendidikan, peran petugas pengawas melakukan supervisi terhadap guru pengajar, dan kemajuan yang dicapai, sekolah itu.

Terungkap yang menjadi kendala di SMPN 2 Selat adalah kurangnya sarana dan prasarana, tidak sebanding dengan 909 siswa. Gedung sekolah juga kurang memadai. Sehingga sejak sekolah itu berdiri tahun 1982 tetap memberlakukan double shift. Petugas LPMP Provinsi Bali, I Wayan Surata, mengecek seluruh perangkat pembelajaran diawali secara administrasi, terutama menyangkut implementasi delapan standar pendidikan. “Monev itu tujuannya mengumpulkan data sebagai alat ukur kemajuan sekolah,” ungkap Surata.

Berdasarkan data itu melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program yang telah dijalankan. Juga mengecek sejauh mana petugas pengawas melakukan supervisi ke sekolah, tujuannya untuk memantau kinerja guru. Kepala SMPN 2 Selat, I Wayan Mustara didampingi Wakasek Kesiswaan Ni Luh Caniari mengatakan, masalah berkepanjangan terjadi di SMPN 2 Selat yakni kurangnya sarana dan prasarana. “Kami memiliki 27 rombongan belajar, hanya didukung 18 ruang kelas, didukung 35 guru,” katanya.

Sehingga terus menerus melakukan pembelajaran double shift. “Kami berharap ada bantuan gedung berlantai II, sehingga semua fokus belajar mulai pagi,” pintanya. Masalah lainnya, sarana IT masih kurang, minimal dibutuhkan 100 komputer sementara baru ada 40 komputer. Dampaknya belum memungkinkan menggelar Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK),” katanya. * k16

Komentar