nusabali

FPLA Buleleng Rayakan Imlek dan Sambut Nyepi

  • www.nusabali.com-fpla-buleleng-rayakan-imlek-dan-sambut-nyepi

Forum Perempuan Lintas Agama (FPLA) Kabupaten Buleleng, Jumat (9/3) merayakan Imlek 2569 Bersama di Taman Kota Singaraja.

SINGARAJA, NusaBali

Dalam kesempatan itu juga dirangkaikan dengan penyambutan hari Raya Nyepi, tahun baru Saka 1940 yang jatuh pada Saniscara Umanis Watugunng, Sabtu (17/3) mendatang. Ketua FPLA, Wardhani Sutjidra, di sela-sela acara mengatakan FPLA merupakan wadah persatuan perempuan lintas agama di Buleleng. Selain merayakan hari besar keagaan di masing-masing agama yang dihadiri seluruh anggota dari berbagai agama diharapkan dapat menjadi benteng persatuan dalam kebhinekaan.

“Dengan terbentuknya FPLA ini, kami akan melaksanakan sosiasilasi apa itu FPLA dengan cara bersama-sama menyambut ataupun memperingati Hari Raya Besar Agama yang ada Di Buleleng,” ujar dokter MRepro ini.

Ia pun mengaku FPLA akan membingkai semua kegiatan yang ada yang mencangkup hari raya besar keagamaan yang berlandaskan idiologi, sehingga bisa memberikan suatu aura yang positif bagi semua umat.

Dalam pergerakannya ke depan organisasi ini lebih menekankan pada hubungan slaing menghormati antar agama. Sehingga tercipta keharmonisan yang dimotori oleh kaum perempuan sebagai peneduh di masing-masing keluarga.

Sementara itu peringatan Imlek dan penyambutan Nyepi oleh FPLA dibuka langsung oleh Asisten III Setda Kabupaten Buleleng, I Ketut Asta Semadi. Kegiatan itu juga dihadiri Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Buleleng, dan Perwakilan dari tokoh lintas agama kabupaten Buleleng.

Menurut  Asta Semadi, kegiatan ini merupakan momentum untuk mempertebal tolenransi dan keharmonisan serta kerukunan umat beragama yang ada di Buleleng.  Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan vibrasi kepada masyarakat agar tetap sadar akan pentingnya pelestarian nilai-nilai ajaran agama, adat dan budaya di Buleleng.

“Dengan Forum ini diharapkan kedepannya tidak ada lagi konflik agama dan kasus lainnya yang bertentangan dengan kerukunan antar agama,” ucap dia. *k23

loading...

Komentar