nusabali

Rawan Tumbang, Pohon di Goa Jepang Dipotong

  • www.nusabali.com-rawan-tumbang-pohon-di-goa-jepang-dipotong

Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Klungkung memotong sejumlah pohon di atas obyek wisata Goa Jepang, Desa/Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (11/3) pagi.

SEMARAPURA, NusaBali

Pohon itu posisinya cukup miring sehingga membahayakan pengguna jalan raya.  "Pemotongan pohon ini atas permintaan aparat Desa Banjarangkan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada.

Pihaknya mengerahkan 15 petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klungkung, personel Polsek Banjarangkan, dan aparat Desa Banjarangkan. Kata dia, selain memotong pohon yang tumbuh miring ke badan jalan, juga penanganan longsoran tanah tebing. " Langkah ini sebagai antisipasi dan tindakan pengurangan risiko bencana, terutama saat cuaca ekstrem baik hujan lebat maupun angin kencang," ujarnya.

Tebing Goa Jepang di Desa/Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, tergerus longsor terutama tebing di sisi utara. Di atas Goa Jepang itu juga terdapat sebuah Pura Dadia yang senderannya nyaris tergerus longsor. Di satu sisi krama pangempon pura maupun pemerintah sejauh ini belum bisa melakukan upaya perbaikan. Kerena tebing tersebut masuk dalam situs bersejarah yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya.

Sebuah Pura Dadia yang diempon oleh krama Banjar Koripan Tengah, Desa Banjarangkan tersebut, juga makin terkikis pada senderannya. Sehingga krama pangempon merasa was-was karena longsor semakin parah. Untuk itu krama sudah menyampaikan masalah ini kepada prajuru adat maupun aparat desa untuk diteruskan kepada dinas terkait.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung I Gusti Nyoman Supartana mengatakan untuk penataan pada tahun 2017 baru bisa dilakukan di areal parkir. Mengenai penataan yang menyentuh langsung ke Goa Jepang belum bisa dilakukan, karena tengah dikaji oleh pihak yang berwenang. “Kami masih menunggu hasil kajian itu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Goa Jepang ini dibuat oleh tentara Jepang pada tahun 1941-1942. Fungsinya untuk lokasi perlindungan dalam upaya mempertahankan diri dari serangan tentara sekutu pada masa perang dunia kedua. Goa yang dibangun di sebelah barat Tukad Bubuh ini memiliki 16 lobang dengan kedalaman mencapai 14 meter yang saling dihubungkan oleh sebuah lorong memanjang dari utara ke selatan. *wan

loading...

Komentar