nusabali

Khidmat Nyepi, Harapan Bupati-Wakil Bupati Karangasem

  • www.nusabali.com-khidmat-nyepi-harapan-bupati-wakil-bupati-karangasem

Perayaan Nyepi menyambut Tahun Baru Saka 1940 pada Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu (17/3) mesti dirayakan secara khidmat, dilandasi amanat  Catur Brata Penyepian.

AMLAPURA, NusaBali
Hal itu, jadi harapan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri  dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa.Catur Brata penyepian telah jelas menggariskan, yakni amati gni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak beraktivitas), amati karya (tidak bekerja) dan amati lelanguan (tidak melakukan acara hiburan). Tujuannya, agar Nyepi benar-benar sipeng, sepi, dan hening. Tujuan lainnya adalah pengendalian diri, juga bermakna menetralisir kekuatan musuh-musuh yang ada dalam diri.

Nyepi juga memiliki makna untuk memberikan kesempatan kepada alam agar tidak terkontaminasi polusi gas emisi kendaraan, polusi udara, dan debu. "Merayakan Nyepi, berarti menyeimbangkan kekuatan bhuana agung dan bhuana alit. Jika alam semesta terganggu, otomatis alam dalam diri ikut terganggu, makanya perlu diseimbangkan," jelas Bupati Mas Sumatri. Bupati Mas Sumatri mengajak umat sedharma untuk merayakan Nyepi, berpedoman pada CatuR Brata Penyepian. Jika itu bisa dilaksanakan, niscaya mampu mendapatkan keseimbangan lahir dan bathin.

Sehingga berkat implementasi dari Catur Brata Penyepian, nantinya mampu meningkatkan solidaritas hidup beragama, saling toleran menjaga keharmonisan. "Sehingga terwujud Shanti dan Jagadhita menuju masyarakat Karangasem cerdas, bersih dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana," imbuhnya

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa menambahkan bahwa dengan melaksanakan ritual Nyepi sesuai tuntunan Agama Hindu, maka manusia akan semakin kuat dalam menjalankan ajaran agamanya.

Nyepi dimulai Sabtu (17/3) pukul 06.00 Wita hingga Minggu (18/3) pukul 06.00 Wita. Bagi keluarga yang memiliki balita mendapat dispensasi untuk menyalakan lampu penerangan secukupnya, demikian juga untuk tempat ibadah agama lain. Sedangkan untuk perayaan hari raya Saraswati,  sesuai surat edaran dari PHDI Provinsi Bali, pelaksanaannya, Sabtu (17/3) pukul 03.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita.

Sedangkan bagi warga yang sakit dan perlu dibawa ke RSUD Karangasem kata Artha Dipa juga diberikan toleransi dengan catatan mendapatkan rekomendasi dari desa adat dengan pengawalan pecalang.*k16

loading...

Komentar