nusabali

112 Cubang di Kesimpar Tercemar Bakteri E-Coli

  • www.nusabali.com-112-cubang-di-kesimpar-tercemar-bakteri-e-coli

Sebanyak 112 cubang (tempat penampungan air) milik 151 kepala keluarga (KK) di Banjar Kesimpar, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem tercemar bakteri E-Coli.

AMLAPURA, NusaBali

Relawan PMI Provinsi Bali pun suplai kebutuhan air bagi 151 KK beranggotakan 547 jiwa yang cubangnya tercemar E-Coli.Keberadaan bakteri E-Coli yang mencemari cubang milik 151 KK ini baru diketahui setelah seluruh warga Banjar Kesimpar balik dari tempat pengungsiannya, Minggu (25/3) lalu. Sebelumnya, mereka mengungsi di Kantor Dinas Pertanian Kecamatan Rendang sejak 22 September 2017 lalu, akibat erupsi Gunung Agung.

Mulanya, warga setempat khawatir cubang mereka yang berkapasitas kisawaran 10.000 meter kubuk hingga 15.000 meter kubik air bermasalah. Maka, sebelum air dalam cubang telanjur dikonsumsi, petugas kesehatan terjun mengambil sampel, 25 Maret 2018, untuk diuji laboratorium. Berdasarkan uji laboratorium yang hasilnya diumumkan 27 Maret 2018, air cubang warga di Banjar Kesimpar positif mengandung bakteri E-Coli.

Warga setempat pun diinstruksikan jangan mengkonsumsi air cubang. Kalau hanya sekadar untuk mandi dan mencuci, masih bisa digunakan. Selanjutnya, petugas Dinas Kesehatan Karangasem berkoordinasi dengan relawan PMI Bali. Selanjutnya, relawan PMI bahu membahu menguras air cubung milik 151 KK di Banjar Kesimpar, sejak Rabu (28/3). Nah, cubang yang sudah bersih diisi air yang disuplai relawan PMI.

Proses pembersihan cubang dan suplai air bersih ini masih berlangsung hingga Jumat (30/3). Bagi warga Banjar Kesimpar, Desa Beaskih yang cubangnya belum dibersihkan, mereka dipersilakan mengambil air bersih yang disuplai dengan mobil tangki milik PMI. Hanya saja, pelayanan air bersih menggunakan mobil tangki agak terhambat, mengingat akses jalan menuju Banjar Kesimpar sejauh 4 kilometer rusak berat.

Koordinator Relawan PMI Provinsi Bali, I Wayan Aryawan, mengatakan bakteri E-Coli berbahaya karena bisa menimbulkan muntaber. "Daripada kami menangani masyarakat karena menderita menceret dan muntah-muntah akibat tercemar bakteri E-Coli, kan lebih baik memberikan pelayanan air bersih. Caranya, terlebih dulu air di cubang dikuras, sebelum diganti dengan air bersih," jelas Wayan Aryawan saat dikonfirmasi NusaBali, Jumat kemarin. Aryawan khawatir dengan kebiasaan anak-anak di desa, yakni air dari cubang langsung diminum tanpa dimasak.

Sedangkan Kadis Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, membenarkan air cubang milik 151 KK di Banjar Kesimpar, Desa Besakih positif tercemar bakteri E-Coli berdasarkan uji laboratorium. Menurut Putra Pratama, bakteri E-Coli bisa merusak dinding usul kecil, menyebabkan kram perut, dan keracunan. "Bakteri E-Coli yang berbahaya itu jenis O157:H7," ungkap Putra Pratama, Jumat kemarin.

Secara terpisah, Direktur PDAM Karangasem, I Gusti Made Singarsi, mengakui pihaknya siap menyuplai bantuan air bersih ke Banjar Kesimpar, Desa Besakih. "Mobil tangki siap menyuplai air bersih, asalkan di lokasi disiapkan tempat penampungan," papar IGM Singarsi.

Sementara itu, Kelian Banjar Kesimpar, I Nengah Sama, mengakui pihaknya mendapat pemberitahuan dari petugas Dinas Kesehatan Karangasem bahwa sampel air cubang positif mengandung bakteri E-Coli berdasarkan hasil uji laboratorium. "Tapi, kami tetap menggunakan air cubang itu untuk mandi, mencuci, dan memasak. Sedangkan untuk minum, kami memanfaatkan air bersih bantuan dari PMI," tandas Nengah Sama kepada NusaBali, Jumat kemarin.

Sejauh ini, kata Nengah Sama, tidak ada warga Banjar Kesimpar yang terjangkit diare, muntah-muntah, sakit perut, dan sejenisnya. Sebab, semua telah dilakukan antisipasi sejak awal. *k16

Komentar