nusabali

Industri Kain Terhambat Pasokan Benang

  • www.nusabali.com-industri-kain-terhambat-pasokan-benang

Mampetnya pasokan benang sempat membuat perajin tenun Bali kelimpungan, dan untuk menjamin ketersediaan akan bekerjasama dengan Konjen India.

DENPASAR, NusaBali
Industri tekstil Bali akan mengajukan jaminan kelancaran pasokan bahan baku benang (katun) ke India. Upaya tersebut dilakukan, menyusul sempat seretnya pasokan benang ke Bali, sehingga industri kerajinan tekstil, seperti tenun endek dan jenis lainnya sempat macet. Padahal produk industri kerajinan, termasuk tekstil tradisional diharapkan terus tumbuh menjadi salah satu penopang perekonomian Bali.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Putu Astawa menyampaikan rencana tersebut. “Lewat Konjen  India, kesulitan itu bisa diatasi,” ujar Astawa Rabu (11/4).

Kedekatan budaya antara India dengan Bali, lanjut Astawa, diharap juga mendorong kelancaran impor benang tersebut, khususnya benang alam (katun). “Sesungguhnya kalau lancar, mereka (India) senang, kita juga senang,” kata Astawa di sela pelaksanaan bintek pemaran online untuk pelaku UMKM/IMK bidang fesyen dan aksesories di Hotel Puri Nusa Indah, Jalan Waring Kesiman Petilan Denpasar Timur.

Untuk akselerasi impor benang itu, Astawa sudah berbicara dengan pihak terkait, seperti staf ahli gubernur. Menurut Astawa,pihaknya berencana untuk ketemu dengan konsul jenderal India, untuk kepentingan tersebut. “Kami juga akan turun ke lapangan untuk lebih memastikan persoalannya,” tandas Astawa.

Sebelumnya kalangan perajin kain mengaku terpaksa sempat menghentikan produksi akibat macetnya pasokan benang. “Sekarang baru mulai, sebelumnya sempat stagnan sejak Desember,” ungkap I Nyoman Sudira, seorang perajin tenun songket dan endek ‘Astiti’ dari Desa Gelgel Klungkung.

Menurut Sudira, produk industri kerajinan tenun seperti kain endek memang bergantung pada benang impor. Contoh benang katun dari India. “Dulu memang sempat dari produsen lokal dari Jakarta, namun sekarang tidak lagi, karena sudah tutup,” ungkap Sudira.

Karena itulah ketergantungan pada benang impor tinggi. Apalagi impor umumnya dimonopoli oleh pengusaha (India).“Berharap pemerintah bisa membantu memediasi agar pasokan lancar,” kata Sudira. Harga benang impor khususnya katun India juga naik. Dari Rp 725.000 per satu pak ( 5 kilogram) naik menjadi Rp 850.000 per pak. Perajin juga mengaku membeli walau harganya naik. Tentu saja karena memang tidak ada pilihan. *k17



loading...

Komentar