nusabali

Hiasan Styrofoam Tak Terhindarkan

  • www.nusabali.com-hiasan-styrofoam-tak-terhindarkan

"Dalam pawai kali ini saya kira cukup sulit bila tidak menggunakan itu (styrofoam, Red)". (Ketua Panitia I Wayan Suardana).

Hari Ini, Pawai Budaya HUT Ke-247 Kota Gianyar

GIANYAR, NusaBali
Menyemarakkan HUT Kota Gianyar ke-247, Selasa (17/4) ini, ribuan seniman akan tampil dalam Pawai Budaya. Sembilan duta kesenian akan beratraksi seni di Open Stage Balai Budaya Gianyar. Namun di balik megah karya para seniman ini, belum bisa terhindar dari penggunaan styrofoam (busa padat) yang tak ramah lingkungan, terutama untuk properti parade.   

Ketua Panitia HUT ke-247 Kota Gianyar, I Wayan Suardana, Senin (16/4), menjelaskan sembilan duta itu meliputi perwakilan dari masing-masing kecamatan, dan perwakilan dari PGRI dan SMKN 3 Sukawati, berupa Adi Mardangga. Dalam satu duta, bisa melibatkan ratusan seniman. ‘’Dalam satu duta seni itu ada bale ganjur dan tari-tarian," ucapnya.

Kata dia, setiap duta juga menyiapkan kendaraan hias. Disinggung terkait penggunaan bahan styrofoam dalam kendaraan itu, Suardana pun mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan. "Sudah saya kordinasikan, tapi dalam pawai kali ini saya kira cukup sulit bila tidak menggunakan itu (styrofoam, Red)," ucapnya.

Seperti tahun sebelumnya, pawai budaya ini menarik perhatian masyarakat Gianyar. Konsentrasi massa tersebut dipastikan akan menyisakan sampah hingga menggunung. Komunitas pemungut sampah plastik, Trash Hero Indonesia (THI) akan turut mengawal kebersihan dalam pergelaran akbar Pawai Budaya Gianyar 2018 ini. Relawan THI bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Gianyar mengingatkan masyarakat agar tidak nyampah sembarangan. "Kami mengajak masyarakat yang menghadiri pawai budaya untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan,’’ ujar Wayan Aksara, Ketua THI.

Wayan Aksara mengatakan, pihaknya mengajak komunitas kebersihan lainnya, di antaranya  Tol Tol, Dolly Hardliners, Nil Til Lulu, dan Room 121. Merunut pengalaman sebelumnya, kata Aksara, setiap pergelaran yang melibatkan orang banyak, dimanapun itu, bisa dipastikan sampah menjadi masalah utama.

Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menilai kehadiran komunitas seperti Trash Hero sangat penting dalam hajatan ini. Sebab, para pecinta lingkungan tersebut memberi aksi nyata dalam memberantas sampah secara sukarela. "Mereka pantas disebut pahlawan lingkungan, tepat sesuai dengan nama komunitasnya," ucapnya.*nvi

loading...

Komentar