nusabali

Korsleting Listrik, Uang Rp 65 Juta, 6 Sertifikat Tanah, 3 BPKB Terbakar

  • www.nusabali.com-korsleting-listrik-uang-rp-65-juta-6-sertifikat-tanah-3-bpkb-terbakar

Musibah kebakaran menimpa rumah I Gusti Ngurah Cakra, 58, di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Senin (16/4) dini hari.

NEGARA, NusaBali
Selain meludeskan seluruh bagian atap rumah seluas 11 meter x 6 meter, itu api yang diduga akibat korsleting listrik di salah satu kamar rumah korban, juga menghanguskan sejumlah barang berharga di dalam rumah. Termasuk uang Rp 65 juta, perhiasan emas sekitar 250 gram, 6 sertifikat tanah, hingga 3 BPKB sepeda motor.

Berdasar informasi, kebakaran rumah yang ada di timur Pasar Umum Negara itu terjadi sekitar pukul 00.30 Wita. Ketika itu, Cakra yang keseharian membukan rental Playstation (PS) di ruang tamu depan, dan masih menunggu sejumlah pelanggan bermain PS, sempat mencium bau hangus. Namun, saat mencium bau sesuatu terbakar itu, korban mengira ada kabel sambungan PS yang terbakar, sehingga dilakukan pengecekan di sekitar tempat rental PS-nya, tetapi tidak ada tanda-tanda kebakaran.

Tidak berselang lama, adik korban, Ni Gusti Ayu Ketut Sukerni, 54, yang sedang rebahan di ruang tamu bagian belakang, tiba-tiba mendengar ledakan menyerupai suara benda terbakar. Mendengar suara tersebut, Sukerni mengecek dapur, namun tidak ditemukan sesuatu terbakar. Tetapi begitu kembali masuk rumah, Sukerni yang sehari-hari berjualan sarana upakara di Pasar Umum Negara ini melihat kepulan asap keluar dari kamar tidurnya. Ketika dicek, api telah membakar plafon termasuk kasur di kamarnya.

Melihat kebakaran tersebut, Sukerni langsung berteriak minta tolong, sehingga kakaknya, Cakra, bersama sejumlah pemuda yang sedang menyewa PS, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, dan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Jembrana. Sebelum datang tiga unit mobil Damkar Satpol PP Jembrana, korban bersama warga sekitar juga sempat membantu evakuasi sejumlah barang berharga di ruang tamu rumah korban.

Namun api yang begitu cepat melahap seluruh atap bangunan rumah, membuat korban bersama warga tidak dapat menyelamatkan seluruh barang berharga, terutama di dalam tiga kamar tidur. Petugas Damkar yang datang ke lokasi, juga sempat kewalahan memadamkan api karena rumah yang terletak di gang sempit. Selain itu, debit air dari hidran lokasi terdekat, di parkiran timur Pasar Umum Negara juga sangat kecil, sehingga memaksa petugas mencari sumber hidran lainnya. Setelah 1,5 jam dilakukan penangan, barulah api berhasil dipadamkan dengan keadaan seluruh atap rumah telah habis diamuk api.

Kepala Lingkungan Satria I Ketut Parwata, ketika dikonfirmasi Senin kemarin, membenarkan rumah warganya yang terbakar itu. Menurutnya, rumah milik Cakra yang  sudah menduda sejak 6 tahun silam itu, hanya ditinggali bersama adik korban, Sukerni yang juga belum menikah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Karena selain rumah, sejumlah barang berharga tidak dapat diselamatkan dalam musibah kebakaran tersebut. “Tidak ada korban, ataupun orang terluka. Cuman kerugian materi cukup besar,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Sat Pol PP Kabupaten Jembrana I Putu Pranajaya, mengatakan dari hasil pendataan petugas Damkar sesuai keterangan korban, api juga meludeskan 2 unit TV, 4 buah lemari pakaian, serta 3 buah tempat tidur. Sejumlah surat-surat berharga, di antaranya 3 BPKB sepeda motor dan 6 sertifikat tanah, bersama perhiasan emas seberat 250 gram, termasuk uang Rp 65.000.000 milik adik korban yang disimpannya di dalam lemari kamar tidurnya, juga dilaporkan hangus.

Sedangkan Kapolsek Negara Kompol I Ketut Maret, yang sempat turun ke lokasi saat kebakaran Senin dini hari, mengatakan penyebab kebakaran rumah yang diakui korban merupakan bangunan tua tersebut, diduga karena korsleting listrik. Korsleting listrik itu diduga terjadi pada sambungan kabel di atap salah satu kamar, merembet ke seluruh bagian atap rumah korban, dan api jatuh ke kasur ataupun barang mudah terbakar di dalam rumah.“Kerugiannya diperkirakan sekitar Rp 200 juta. Rumahnya tidak dapat ditempati lagi, dan keluarga korban sementara mengungsi ke rumah keluarga di sebelah rumahnya,” ujarnya. *ode

loading...

Komentar