nusabali

Bersih Pantai Dipusatkan di Teluk Gilimanuk

  • www.nusabali.com-bersih-pantai-dipusatkan-di-teluk-gilimanuk

Ratusan warga dari berbagai elemen di Jemrbana bersama para siswa seputaran Kelurahan Gilimanuk, melaksanakan kegiatan Coastal Clean Up (bersih pesisir) di kawasan Teluk Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat (11/5).

Di Tabanan, Coastal Clean Up Sasar Pantai Nyanyi, Beraban

NEGARA,NusaBali
Kegiatan yang dimotori Dinas Lingkungan Hidup Jembrana itu berhasil mengumpulkan 530 kilogram atau 5,3 kwintal sampah. Sampah ini terdiri dari 483 kilogram sampah organik, dan 57 kilogram sampah non organik.

Bupati Jembrana I Putu Artha langsung meninjau kegiatan tersebut. Dia meminta warga agar selalu menjaga kebersihan, kenyamanan dan keasrian Gilimanuk sebagai pintu Bali. “Kebersihan dan keindahan di kawasan Teluk Gilimanuk ini kami lihat telah mampu menciptakan suasana nyaman, asri dan indah. Meski demikian, kami harapkan semua komponen masyarakat, mari kita selalu jaga kesan, bahwa ketika memasuki pintu gerbang Bali melalui pulau Jawa, senantiasa memberikan kesan kalau Bali merupakan daerah yang indah,” pesannya.

Coastal Clean Up, kata Bupati Artha, bukan hanya sekedar mengumpulkan sampah di pantai. Tetapi lebih dari itu, yakni menumbuhkan kesadaran tentang perlunya kebutuhanakan lingkungan pantai dan laut yang bersih. Laut yang selama ini memberikan kehidupan manusia, karena jasa lingkungannya yang bisa dinikmati. Baik pemandangan pantainya yang menarik perhatian wisatawan, termasuk sumber daya alamnya berupa ikan yang diambil manusia. “Laut kita sedang sakit, karena sampah yang terus menerus datang kepadanya. Pantai dan laut yang telah mensupoort kehidupan kita itu dijadikan tempat sampah raksasa oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Bupati Artha, perlu kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Langkah preventif atau mencegah sampah ke laut, sangat bisa dilakukan ketika semua masyrakat sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan, dengan melakukan sistem 3R, yakni Reuse, Reduce, dan Recycle (menggunakan kembali, mengurangi, dan mendaur ulang). “Selain itu, memungut sampah yang sudah terlanjur dibuang di sekitar kita, baik di jalan, fasilitas umum serta melakukan kegiatan berupa gerakan bersama untuk kebersihan, itu sangat membantu,” pungkasnya.

Sementara itu, Coastal Clean Up di Tabanan dipusatkan di Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan pada Jumat (11/5). Kegiatan ini dipimpin langsung Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, didampingi Kepala Seksi Program dan Kerja Sama di Kementrian Iwan Nirawandi, Kadis Lingkungan Hidup Raka Iswara, TNI, Polri, staf dari seluruh UPT Kabupaten Tabanan serta para pelajar, dan seluruh elemen masyarakat Desa Nyanyi. Wirna Ariwangsa mengungkapkan kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Kegiatan ini dimulai dengan membersihkan pantai dari sampah plastik yang dapat merusak lingkungan. ‘’Jangan hanya melakukan kebersihan di kantor saja, kita harus melakukan gerakan kebersihan di seluruh tempat,” ungkapnya.

Dikatakan, geraklan ini hanyalah langkah kecil, dan Pantai Nyanyi merupakan sasaran utama. Ke depan, kegiatan ini akan berlanjut pada pantai-pantai lain di Kabupaten Tabanan. “Dengan menimbun sampah yang telah dikumpulkan di pasir di sekitar pantai itu merupakan langkah yang sangat sederhana, namun bermanfaat. Terbukti ini sangat efektif, selain kita bersih-bersih di pantai, juga dapat menikmati keindahan pantai,”  jelasnya.Ke depan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat mengetuk hati masyarakat yang lain agar gemar melakukan kebersihan di daerahnya masing-masing.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan Anak Agung Raka Iswara menjelaskan, kegiatan ini serentak dilaksanakan di Bali dan dipusatkan di Pantai Nusa Dua Bali. Sementara untuk di Tabanan dipusatkan di Pantai Nyanyi ,Kecamatan Kediri, Tabanan. Dasar pelaksanaannya, UUD No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pihaknya menambahkan kegiatan ini dilatarbelakangi karena sampah di Bali  membeludak. “Di Bali banyak terdapat sampah plastik karena sampah plastik sangat sulit diurai oleh tanah. Maka kita harus memilah, mana sampah organik dan mana sampah non organik agar sampah plastik itu bisa didaur ulang kembali sehingga dapat bermanfaat bagi kita," tegasnya. *ode,d

loading...

Komentar