nusabali

Dishub Cek Kelayakan Kendaraan

  • www.nusabali.com-dishub-cek-kelayakan-kendaraan

Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng di H-5 Idul Fitri, Minggu (10/6), melakukan pengecekan kendaraan mudik khususnya bus pariwisata.

Antisipasi Keselamatan Mudik

SINGARAJA, NusaBali
Pengecekan kelayakan kendaraan di Terminal Banyuasri tersebut dimaksudkan untuk menjamin keselamatan penumpang tiba di tempat tujuan. Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan AP  mengatakan   seluruh kendaraan yang digunakan sebagai angkutan mudik harus memenuhi standar kelayakan. Pengecekan dilakukan pada semua armada tanpa terkecuali, meski masa uji kir-nya masih berlaku.

“Tetap kami cek kelayakan, baik dari lampu, reting, rem, termasuk awak armada, sehingga penumpang yang akan mudik merasa nyaman dan aman saat dalam perjalanan,” ujar Gunawan. Pihaknya pun mengatakan untuk menjamin keselamatan penumpang, sopir, kenek dan penumpang juga menjalani tes kesehatan, di pos yang telah disediakan.

Hal tersebut dilakukan oleh tim integrasi antara Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan serta Kepolisian dalam hal penanganan lalu-lintas. Sejauh ini memasuki H-5, Gunawan mengatakan sudah masuk dalam puncak mudik di Buleleng. Bahkan puncak mudik di Buleleng sudah terjadi sejak Sabtu (9/6) dan akan berlangsung hingga Senin (11/6) ini.

Sejauh ini dari hasil pemeriksaan dua bus pariwisata yang diberangkatkan pada Minggu petang, yakni bus Manggala dan Wisata Komodo, berjalan baik. Dua bus itu diizinkan berangkat meski petugas pengecekan sempat menemukan kondisi ban belakang kanan pada bus Wisata Komodo dalam kondisi aus. “Setelah koordinasi dengan pihak lantas kami memberikan rekomendasi dengan catatan penggantian ban dan sudah disanggupi pihak perusahaan,” imbuh dia. Pihaknya pun terus akan memantau perjalan bus yang diberangkatkan dari Terminal Banyuasri hingga sampai di tujuan.

Sementara itu bus mudik lebaran akan di-standby-kan hingga H-1 lebaran. Meski sebagian sudah mudik ke daerah masing masing, namun pada H-1 Lebaran biasanya di Buleleng masih ada saja yang baru berangkat mudik. Terutama bagi pegawai-pegawai swasta yang mendapatkan libur terbatas. Seperti yang dituturkan salah satu sopir senior dari bus Menggala, Kusnadi. Menurutnya sejauh ini pemudik dari Buleleng masih sangat banyak yang menggunakan angkutan umum. Meski sebagian sudah beralih menggunakan kendaraan pribadi, namun perusahaannya selalu kebanjiran bookingan dari H-4 hingga H-1 Lebaran.

Hanya saja yang menjadi kendala selama ini adalah kemacetan saat memasuki Pelabuhan Gilimanuk. Seperti puncak-puncak mudik gambaran tahun lalu memasuki H-3 sampai H-1 sopir dan penumpang bus harus mengantre 10-11 jam untuk dapat menyebrang. Untuk mengantisipasi kelelahan, para sopir pun tidak keberatan untuk menjalani tes kesehatan, sehingga dapat mengantarkan penumpangnya hingga Surabaya.

“Selain dicek kesehatan, kami memang jaga kondisi sebelum berangkat ditambah juga suplemen vitamin,” ungkap dia. Armada bus pariwisata mulai standby di Terminal Banyuasri sejak pukul 17.00 Wita. Dan berangkat pada pukul 19.00 Wita setelah seluruh kelengkapan dan pengecekan selesai dilaksanakan.*k23

Komentar