nusabali

Perut Membesar Sejak Dua Pekan Terakhir

  • www.nusabali.com-perut-membesar-sejak-dua-pekan-terakhir

Penyakit aneh dialami Made Agus Mertayasa, 2, bocah asal Banjar Pudeh, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Bocah Asal Desa Tajun Divonis Derita Hisprung Sejak Lahir

SINGARAJA, NusaBali
Sejak dua pekan terakhir, bocah lelaki berusia 2 tahun ini mengalami perut membesar hingga sulit beraktivitas. Bocah Made Agus Mertayasa merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Kadek Sudiarta, 36, dan Luh Lusiani, 33. Kedua orangtuanya sudah mengetahui buah hatinya ini menderita penyakit Hisprung (kelainan saraf pada usus besar), sejak umur 5 hari, berdasarkan diagnose dokter. Namun, awalnya perut Agus Mertayasa tidak ada membesar.

Selama 2 tahun sejak kelahirannya, bocah Agus Mertayasa tumbuh dan berkembang dengan baik, nyaris tidak ada gejala apa pun. Berat badannya pun mencapai 12 kilogram. Menurut sang sayah, Kadek Sudiarta, putra keduanya ini memang sering mengalami sembelit dan susah buang air besar sejak bayi. Namun, hal tersebut tidak pernah diperiksakan ke bidan maupun Puskesmas terdekat. Pasutri Kadek Su-diarta dan Luh Lusiani yang bekerja sebagai tukang potong kayu, hanya mengakalinya dengan memberikan buah-buahan.

Nah, sejak dua pekan terakhir, terjadi perubahan drastis di mana perut bocah malang ini membesar dengan cepat hingga ke bagian bawah dada. Sudiarta mengatakan, bocah Agus Mertayasa sering menangis saat merasa sakit di perutnya yang mulai membesar seperti wanita hamil tua. Kalau sudah begitu, bocah malang ini hanya diolesi dengan minyak telon.

Karena kondisinya semakin parah, bocah Agus Mertayasa akhirnya diajak periksa ke Puskesmas Kubutambahan II, setelah mendapat surat keterangan kurang mampu dari Kepala Desa Tajun. Kemudian, Puskesmas Kubutambahan II merujuk Agus Mertayasa ke RSUD Buleleng, Senin (11/6), karena kelainan saraf pada usus besar bocah ini sudah tergolong kronis dan harus dioperasi.

Namun, dikter ahli bedah tumor dan kanker yang menanganinya di RSUD Buleleng, dr Ketut Suparna Sp B(K)Onk, kemarin langsung memberikan rujukan agar Agus Mertayasa ke RS Sanglah, Denpasar. Hanya saja, bocah malang ini baru akan dibawa ke RS Sanglah setelah libur Hari Raya Idul Fitri nanti.

Menurut Sudiarta, anaknya yang divonis penyakit Hisprung ini memang sangat menderita. “Kalau dapat BAB dan kentut, biasanya perut anak saya tidak keras seperti ini. Tapi, ini dari kemarin (Minggu) anak saya belum dapat BAB dan kentut, sehingga perutnya jadi keras begini,” tutur Sudiarta saat ditemui NusaBali di RSUD Buleleng di Singaraja, Senin kemarin.

Kondisi perutnya yang terus membesar, kata Sudiarta, membuat Agus Mertayasa susah beraktivitas. Keceriaan dan kelincahannya di usia 2 tahun pun kini hanya dipenuhi dengan tangis kesakitan. “Membesarnya perut anak saya ini semakin tak terkendali setelah Hari Raya Galungan. Sebelumnya perut memang besar, tapi tidak sebesar ini,” keluhnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng langsung mengupayakan KIS (Kartu Indonesia Sehat) untuk bocah Agus Mertayasa. Seluruh proses pengurusannya pun langsung dibantu staf Dinas Sosial Buleleng. Bahkan, Kadis Sosial Buleleng Gede Komang ikut mengantarkan Agus Mertayasa ke RSUD Buleleng, Senin kemarin.

Menurut Gede Komang, pihaknya sudah memberikan KIS kepada bocah Agus Mertayasa dan kakaknya, Gede Putra Satya Budi, 10. Maka, biaya pengobatan bocah malang ini kini murni dalam tanggungan KIS. “Sebenarnya, orangtua di bocah sudah dapat KIS PBI Pusat. Tapi, anak-anaknya masih tercecer. Hari ini (kemarin) kami upayakan KIS-nya dan langsung jadi, sehingga operasi dan pengobatannya nanti ditanggung KIS sepenuhnya,” jelas Gede Komang.

Gede Komang juga berjanji akan berkoordinasi dengan yayasan yang bergerak di bidang sosial, untuk membantu menampung dan menangani biaya keseharian keluarga bocah Agus Mertayasa saat menjalani pengobatan di RS Sanglah. “Kami sedang koordinasi dengan pihak yayasan yang selama ini mensupport kami, sehingga keluarga bocah Agus Mertayasa tidak lagi memeikirkan biaya hidup selama menunggui anaknya di rumah sakit,” katanya. *k23

loading...

Komentar