nusabali

Anak PNS dan TNI/Polri Dapat Kuota PPDB Jalur Khusus

  • www.nusabali.com-anak-pns-dan-tnipolri-dapat-kuota-ppdb-jalur-khusus

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 jenjang SMA/SMK menyediakan tambahan kuota untuk jalur di luar zonasi.

GIANYAR,  NusaBali
Istilahnya, jalur alasan khusus (JAK) . Ketua PGRI Gianyar I Wayan Gabra, Senin (11/6), menjelaskan, JAK ini mengatur empat poin. Pertama, jalur ini hanya bisa dilalui oleh calon peserta didik karena alasan perpindahan tugas orangtua. Syaratanya, calon peserta didik wajib menunjukkan surat perpindahan tugas orangtua, misal orangtua sebagai TNI/Polri dan lainnya. "Kuota untuk jalur ini hanya 5 persen. Bila pendaftar melebihi kuota, maka akan digunakan nilai ujian nasional untuk menyeleksi," ucapnya.

Kedua, jalur ini ialah menerima siswa dengan alasan anak dari pendidik dan tenaga kependidikan. Pendaftar melalui jalur ini pun cukup dengan menyerahkan akta kelahiran dan surat penugasan orangtua dari pihak terkait. Ketiga, bina lingkungan local yakni untuk calon siswa dari banjar atau desa yang memiliki perjanjian khusus dengan sekolah pilihan. "Ini khususnya untuk banjar atau desa yang memiliki ikatan perjanjian dengan pihak sekolah terkait pemanfaatan aset," katanya.

Keempat, untuk anak inklusi atau difabel. Namun poin ini baru bisa digunakan selama syarat ketentuan fisik terpenuhi. "Nah syarat ketentuan fisik ini juga bisa dibuktikan dengan surat keterangan dari psikiater," tandasnya.

Siswa yang menggunakan JAK ini hanya bisa memilih satu  sekolah. Pendaftaran dengan JAK ini, 18 - 19 Juni dan pengumuman 21 Juni. "Pendaftaran melalui JAK bersamaan dengan melalui jalur prestasi," jabarnya.

Pendaftaran untuk siswa melalui jalur keluarga tidak mampu, 22 - 25 Juni, dan pengumumannya 28 Juni. Pendaftaran untuk jalur zonasi dijadwalkan dari 29 Juni - 2 Juli. Selama tenggang waktu itu juga akan dilakukan verifikasi oleh tim di masing-masing sekolah, hingga pengumuman 4 Juli. "Untuk jalur zonasi, setiap siswa bisa memilih maksimal tiga sekolah, berbeda dengan jalur lainya yang hanya bisa memilih satu sekolah," jelasnya. *nvi

loading...

Komentar