nusabali

087762458***

Ini sebuah kenyataan. Dari semenjak orde baru dimana Bali mulai menggeliat dipariwisata ketimpangan pembangunan mulai terasa. Pembangunan pariwisata dan infrastrukturnya seakan harus disatu titik saja. Contoh kecil saja mengenai pelabuhan laut seakan Benoa dipaksakan sebagai pelabuhan penumpang, bongkar muat barang, peti kemas, perikanan, kapal pesiar, bahan bakar minyak/LNG. Dan anehnya pelabuhan Buleleng yang dari dulu pelabuhan samudra dari tahun 1975 tinggal kenangan saja dan dipindahkan ke Celukan Bawang tapi hanya pelabuhan bongkar semen saja. Tapi untung dari 7 tahun lalu ada pembangunan dermaga baru sehingga mulai disinggahi kapal pesiar. Bali sekarang dalam pembangunan infrastruktur jalan dan bandara sudah ketinggalan dengan propinsi lain. Harusnya yang sudah ada dikembangkan tapi dimatikan. Sepertinya pembangunan infrastruktur jalan di Bali ada di selatan saja. De Ardha Singaraja

loading...

Komentar