nusabali

Layangan Timpa Kabel Listrik, Warung Es Terbakar

  • www.nusabali.com-layangan-timpa-kabel-listrik-warung-es-terbakar

Terjadi kebakaran sebuah bangunan Warung Es milik I Wayan Suarsa, 40, di Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Kamis (5/7) malam.

GIANYAR,  NusaBali
Atap warung yang berbahan alang-alang ukuran 3 meter x 6 meter seketika hangus dilalap si jago merah. Api diduga bersumber dari kobaran api pada sebuah layangan besar jenis bebean yang jatuh tepat di jaringan PLN bertegangan tinggi.

Menurut salah satu warga, Nengah Dewi,39, kebakaran terjadi begitu cepat.  Diawali dengan suara ledakan dan melihat kobaran api di jaringan listrik PLN persis di depan salon tempatnya bekerja. Dia pun spontan berteriak minta tolong kepada warga. Setelah di cek sebuah layang layang jenis Bebean (ikan) berukuran 5 meter x 5 meter jatuh di kabel listrik PLN telanjang tegangan tinggi, akibat dijatuhi layang-layang sehingga listrik korslet dan padam. "Api yang cukup besar kemudian menyambar atap warung yang beratapkan ilalang," jelasnya.

Warga setempat pun segera menghubungi pihak Damkar Gianyar. Sekitar pukul 20.15 Wita, 2 unit Damkar Kabupaten Gianyar tiba di lokasi. Petugas Damkar langsung memadamkan api dibantu oleh pemilik serta warga setempaf. Sekitar pukul 20.45 Wita, api baru dapat dipadamkan.

Akibat kejadian itu, sebuah bangunan berukuran 3 meter x 6 meter terbakar di bagian atap. Korban jiwa nihil. Kerugian material diperkirakan Rp 20 juta. Belum diketahui, siapa pemilik layangan raksasa sumber petaka ini.

Manajer PLN Rayon Gianyar Anggoro Fajar Gandajati mengatakan, akibat layangan nyangkut itu sempat terjadi korsleting listrik. Wilayah sekitar yang dialiri listrik pun sempat padam listrik. "Yang terbakar ya layangannya itu. Listrik sempat padam sesaat saja," ujarnya. Anggoro mengaku sudah cukup sering memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak main layangan dekat jaringan listrik. "Kalau imbauan kami kita sudah sering. Kami sudah bersurat ke desa-desa, tembusan bupati, kodim, dan kepolisian. Terus sosialisasi di radio juga. Ya namanya masyarakat, ada yang pahamnya cepat, ada yang lambat paham," keluhnya.*nvi

loading...

Komentar