nusabali

Kapolda Sebut Ada Kelalaian

  • www.nusabali.com-kapolda-sebut-ada-kelalaian

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose terjun ke Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin (9/7) siang, menyusul musibah terbakarnya 40 kapal ikan.

DENPASAR, NusaBali
Kapolda Petrus Golose menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan apakan ini peristiwa kebakaran atas pembakaran? Yang jelas, ada kelalaian di sini. "Dari laporan anggota, dugaan awal kebakaran karena kelalaian. Tapi, kami dari kepolisian tetap akan meneliti apakah ini peristiwa kebakaran atau pembakaran? Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangannya terkait terbakarnya puluhan kapal ini," jelas Kapolda Petrus Golose.

Disebutkan, dalam peristiwa tersebut, sekitar 40 kapal penangkap ikan habis terbakar dengan kerugian mencapai ratusan miliar. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Senin dinihari ini. "Kapal yang terbakar sudah berisi solar dan siap berlayar. Selain dari BPBD, kami juga mengerahkan kendaraan water cannon untuk bantu memadamkan api di kapal yang terbakar. Kami juga mengimbau kepada pengusaha kapal agar selalu hati-hati, karena saya melihat sistem keamanan di Pelabuhan Benoa sangat kurang. Di sini tidak tersedia Fire Hydrant," tandas Jenderal Bintang Dua asal Manado, Sulawesi Utara ini.

Kapolda Petrus Golose menegaskan, kebakaran kapal yang terus berulang di Pelabuhan Benoa disebabkan akibat kelalaian manusia, seperti pemilik kapal, ABK, dan petugas di pelabuhan. “Saya simpulkan peristiwa ini akibat kelalaian. Kami telah mengamankan beberapa ABK (anak buah kapal) untuk dimintai keterangannya,” sebut Petrus Golose.

Menurut Petrus Golose, Pelabuhan Benoa tidak sesuai dengan SOP. Faktanya, di sini tidak ada pompa air yang dipakai memadamkan api. “Petugas pemadam harus jauh (keluar kawasan pelabuhan untuk melakukan pengisian air. Peristiwa seperti ini sering terjadi, seharunya pihak pelabuhan melakukan evaluasi. Nanti akan kami selidiki ke arah itu,” katanya.

Bukan hanya itu, sistem keamanan dan pencegahan kebakaran di Pelabuhan Benoa juga dinilai lemah. Bahkan, di masing-masing kapal tidak ada hydrant atau alat memadamkan api. “Posisi parkir kapal juga berderet, hingga menyulitkan melakukan evakusi. Kami imbau seluruh pemilik kapal di Pelabuhan Benoa agar menyiapkan hidrant untuk mencegah timbulnya kebakaran,” tegas Petrus Golose.

Sementara itu, sejumlah petugas BPBD Kota Denpasar yang ditemui NusaBali juga mengungkapkan hal serupa. Mereka mengatakan, untuk memadamkan kebakaran puluhan kapal kemarin, diperlukan tenaga esktra. Pasalnya, kondisi kapal yang terbakar sebagian besar berada jauh dari dermaga, sehingga menyulitkan petugas memadamkan api.

Selain itu, hydrant yang minim membuat mobil pemadam harus mondar mandir mengambil air sampai ke Serangan, Denpasar Selatan. “Kondisi kapal yang terbuat dari kayu dan fiber serta BBM yang ada di tanki kapal, membuat kebakaran susah dipadamkan. Belum lagi tiupan angin kencang,” ujar seorang petugas pemadam dari BPBD Denpasar. *rez

loading...

Komentar