nusabali

Petani Gantung Diri di Kabel Listrik

  • www.nusabali.com-petani-gantung-diri-di-kabel-listrik

Korban menggantung dirinya dengan seutas tali nilon plastik biru. Tali disambung dengan selendang warna coklat pada simpul pada leher.

SINGARAJA, NusaBali
Nengah Wistana,51, warga Banjar Dinas Pengdengan, Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung pada kabel listrik, Selasa (10/7) pukul 06.00 Wita. Petani itu nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri, diduga karena tidak kuat menahan sakit saraf yang diderita bertahun-tahun.

Kejadian tersebut pertama kali ditemukan oleh Ketut Widarma,40, dan istrinya Wayan Sukasmi, 45, warga setempat. Keduanya yang hendak pergi ke kebun, tidak sengaja melihat hal aneh di kebun milik Kadek Amika, tetangganya. Keduanya melihat sosok yang menggantung di antara remang-remang pagi. Setelah didekati, ternyata mayat seorang laki-laki dalam keadaan menggantung.

Mayat yang kemudian diketahui sebagai Nengah Wistana pun akhirnya diturunkan warga beramai-ramai, setelah kedua saksi meminta pertolongan atas temuannya tersebut. Korban menggantung dirinya dengan seutas tali nilon plastik biru. Tali disambung dengan selendang warna coklat pada simpul pada leher. Tali nampak menggantung pada kabel listrik yang melintang di kebun Amika.

Setelah diturunkan, tim medis Puskes Busungbiu I didampingi personel Polsek Busungbiu langsung memeriksa kondisi luar tubuh korban. Dari hasil visum luar, korban dinyatakan tewas murni karena gantung diri, dengan cri-ciri bekas jeratan di leher, air liur di sekitar mulut, keluar cairan sperma dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Mayat korban pun kemudian langsung dipulangkan ke rumah duka untuk disemanyamkan dan dicarikan dewasa ayu untuk prosesi pemakaman. Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Made Sri Utami Deri, dikonfirmasi terpisah, membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, keterangan saksi dan keluarga, korban diduga nekat gantung diri karena tidak kuasa menahan penyakit saraf yang dideritanya sejak dua tahun terakhir.

Korban pun disebut keluarganya sering mengeluh tidak bisa tidur dan merasakan panas di perut, meskipun sudah bolak-balik berobat. “Dugaan sementara akibat depresi atas penyakit yang diderita, dari pihak keluarga menerima kejadian ini dan memilih tidak menempuh jalur hukum,” ungkap dia. *k23

loading...

Komentar