nusabali

Manajemen Bali Handara Siap Negosiasi

  • www.nusabali.com-manajemen-bali-handara-siap-negosiasi

Upaya penagihan terhadap tunggakan pajak milik Bali Handara Kosaido, yang berlokasi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng bakal memasuki babak baru.

Tunggakan Pajak Hampir Rp 4 Miliar

SINGARAJA, NusaBali
Pihak manajemen, dikabarkan sudah siap bernegosiasi kembali untuk penyelesaian tunggakan tersebut.
Bali Handara tercatat memiliki tunggakan pajak sejak tahun 2014, hingga per tanggal 31 Desember 2017 sudah mencapai Rp 3.963.377.870. Tunggakan itu terdiri dari tunggakan pajak hotel sebesar Rp 288.770.115, pajak restoran Rp 143.383.091, kemudian PPB paling tinggi sebesar Rp 3.467.336.464, serta pajak air bawah tanah sebesar Rp 63.888.200.

Selama ini pihak Bali Handara sudah berusaha mencicil tunggakan tersebut sebesar Rp 10 juta tiap bulannya. Hanya saja, cicilan itu dianggap terlalu kecil tidak sebanding dengan pajak tiap tahunnya. Karena untuk PBB saja, setiap tahun Bali Handara mesti membayar sebesar Rp 800.668.000.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Buleleng, Bimantara, saat dikonfirmasi terkait perkembangan tunggakan pajak dari Bali Handara, Kamis (12/7) mengatakan, pihak manajemen Bali Handara sudah berkoordinasi dengan pemilik perusahaan yang berada di Jakarta.

Dari hasil koordinasi itu, pemilik perusahaan sudah siap menerima rombongan Pemkab Buleleng guna membahas komitmen penyelesaian tunggakan. “Suratnya sudah disampaikan kepada kita. Mungkin dalam pekan ini, kita akan jadwalkan berkunjung lagi ke Bali Handara,” terangnya.

Menurut Bimantara,pihaknya tetap akan meminta komitmen dari pihak manajemen untuk melunasi tunggakan tersebut. Karena, jika tidak ada komitmen, tunggakan itu akan terus bertambah tiap tahunnya, yang justru menyulitkan bagi pihak perusahaan. “Pajak tertinggi itu ada di PBB, lahan golf itu yang paling banyak pajaknya. Saya rasa kalau sudah tidak menguntungkan buat apa dipertahankan. Mungkin saja dulu masih ada yang bermain golf, tetapi sekarang mungkin sepi, ya lebih baik difungsikan yang lain,” ujarnya.

Seperti pernah diberitakan, rombongan Pemkab Buleleng yang dikoordinir oleh Asisten Administrasi Umum, Ketut Asta Semadi, bersama Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bimantara, Kepala Inspektorat, Putu Yasa, dan beberapa staf menemui pihak manajemen Bali Handara Kosaido, Mei 2018 lalu.

Semula rombongan ingin bertemu langsung dengan owner dari Bali Handara Kosaido,namun karena tidak ada, rombongan diterima GM Bali Handara Kosaido, Ni Wayan Jarsen, Catur Kurniawan, dan Made Chandia Atmaja. Dalam pertemuan itu, pihak manajemen Bali Handara Kosaido mengaku, tunggakan itu muncul karena beberapa kali usahanya ditimpa musibah, sehingga menganggu operasionalnya. Pertama disebutkan pada tahun 2012 silam, 30 kamar hotel dan sebagian dari lapangan golf diterjang longsor. Sehingga kejadian itu berdampak, kunjungan sepi karena takut menginap dan bermain golf. Kemudian di tahun 2016, kembali diterjang longsor, hingga salah satu jembatan menuju hotel putus.

Selain itu, pada tahun 2017, imbas kunjungan sepi karena dampak dari aktivitas Gunung Agung. “Disamping musibah itu, ada juga peringatan-peringatan bagi pengendara yang melintasi jalur Bedugul-Singaraja disaat musim penghujan, juga sangat berimbas pada tingkat kunjugan,” kata GM Bali Handara, Ni Wayan Jarsen.

Menurut Jarsen, dengan kondisi seperti itu, pihaknya juga harus tetap memperhatikan masa depan dari karyawan yang berjumlah 150 orang. Artinya meski dengan kondisi sepi, pihak manajemen tetap berusaha membayar gaji karyawan. “Owner kami komit membayar pajak, sebagai buktinya owner mengakui berapapun hutang pajaknya. Saat ini, kami masih harus mengutamakan dulu karyawan, karena kalau tidak dibayar gaji mereka, tentu berdampak pada operasional usaha kami,” jelasnya.

Sedangkan untuk peningkatan cicilan pembayaran tunggakan pajak, belum bisa diputuskan. Pihak pengelola masih berkoordinasi dengan pihak owner dari Bali Handara yang berada di Jakarta. Rencananya, pihak pengelola akan bersurat, ketika sudah ada hasil koordinasi dengan pihak owner.*k19

loading...

Komentar