nusabali

Lolak Justru Pilih Nomor Urut Sepatu

  • www.nusabali.com-lolak-justru-pilih-nomor-urut-sepatu

Hanura Incar 2 Kursi DPR RI Dapil Bali

DENPASAR, NusaBali
Para calon legislatif (caleg) umumnya gontok-gontakan agar bisa mendapatkan nomor urut topi alias nomor atas untuk tarung Pileg. Namun, Kadek ‘Lolak’ Arimbawa lain dari yang lain. Senator yang beralih maju ke DPR RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 ini justru pilih nomor urut bontot 9 di internal caleg Hanura. Alasannya, biar lebih mudah sosialisasi di akar rumput.

Hanura pasang 9 caleg ke DPR RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 mendatang. Termasuk di antaranya Gede Pasek Suardika, Senator asal Siungaraja, Buleleng yang beralih maju ke DPR RI dari Hanura Dapil Bali. Pasek Suardika kebagian nomor urut 1 dalam daftar caleg internal Hanura.

Sedangkan 8 caleg DPR RI dari Hanura Dapil Bali lainnya masing-masing Yan Mitha Djaksana (nomor urut 2), Ni Putu Suryasih (nomor urut 3), I Wayan Muara (nomor urut 4), I Gede Merta (nomor urut 5), Putu Sri (nomor urut 6), I Putu Indra Mandala (nomor urut 7), Rofiatul (nomor urut 8), dan Lolak Arimbawa (Senator Bali asal Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung yang pilih nomor urut 9). “Ya, saya sengaja memilih nomor urut 9 saja, biar lebih mudah sosialisasi di akar rumut,” ujar Lolak Arimawa kepada NusaBali di Denpasar, Selasa (24/7).

Lolak Arimbawa sendiri sudah siapkan strategi khusus untuk memudahkan mendulang suara. Salah satunya, tagline dengan nomor urut paling bawah (9) yang dipilihnya. Taglinenya: Coblos Ane Sibeten (Tusuk yang Paling Bawah).

Menurut Lolak, sosialisasi nomor urut sepatu (buncit) paling mudah. Sebab, pemilih akan mudah mengingat dan mencari pilihan. “Coblos ane sibeten gampang diingat. Tagline yang kita buat tidak susah-susah,” kelakar Lolak.

Apa strategi melawan para incumbent yang hampiur 100 persen kembali dipasang partai politik lain untuk berebut kursi DPR RI Dapil Bali? “Kalau semua strategi saya ungkap, tidak mungkin-lah. Pokoknya, melawan incumbent itu modal semangat juang. Memang melawan incumbent rumusnya susah menang. Tapi, kalau semangat tinggi, daya juang tinggi, pasti ada hasil,” katanya.

Lolak mengatakan, dengan formasi caleg yang dipasang ini, Hanura tar-getkan bisa raih 2 kursi DPR RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 mendatang. Menurut Lolak, para celag yang dipasang tarung ke Senayan adalah petarung-petarung yang punya basis massa jelas.

Dia mencontohkan Pasek Suardika, Senator yang kini Wakil Ketua Umum DPP Hanura dan sebelumnya sempat menjadi anggota Fraksi Demokrat DPR RI 2009-2014 Dapil Bali. Bukan hanya Pasek Suardika, caleg-caleg lainnya juga disdebut Lolak sebagai tokoh yang memiliki basis massa di akar rumput. “Mereka semuanya tokoh pergerakan. Formasi ini sudah formasi terbaik untuk DPR RI,” tegas suami dari Ni Made Suastini alias Dek Ulik, penyanyi Pop Bali yang maju tarung ke DPD RI Dapil Bali ini.

Dengan 9 caleg yang dipasang ini, menurut Lolak, Hanura bisa maksimal berebut kursi DPR RI Dapil Bali. Partainya targetkan merebut 2 kursi Senayan dari Dapil Bali. “Target kita 2 kursi DPR RI. Target ini tidak muluk-muluk, tapi kita sudah berhitung. Ya namanya target, harus optimis-lah. Kita harus punya keyakinan,” tegas fungsionaris DPP Hanura yang dikenal sebagai pelawak ini.

Menurut Lolak, kader Hanura yang dipasang nyaleg ke DPR RI dalam Pileg 2019 harus kerja keras. Dengan sistem Pemilu sekarang, perebutan kursi bakal berlangsung sengit. Apalagi, semua partai politik memasang hampir semua incumbentnya berebut tiket ke Senayan.

PDIP, misalnya, akan pasang 3 dari 4 incumbent untuk berebut kursi DPR RI Dapil Bali, yakni I Made Urip (asal Tabanan), I Gusti Agung Ray Wirajaya (asal Denpasar), dan I Gusti Agung Putri Astrid Kartika (asal Badung). Satu-satunya incumbent yang tidak dipasang PDIP adalah Nyoman Dhamantra (asal Denpasar).

Sedangkan Golkar pasang 2 incumbent, yakni Gede Sumarjaya Linggih alas Demer (aal Buleleng) dan AA Baguis Adhi Mahendra Putra (asal Badung). Demikian pula Demokrat pasang kembali 2 incumbent mereka: Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani (asal Buleleng) dan I Putu Supadma Rudana (asal Gianyar). Sementara Gerindra pasang kembali incumbent IB Putu Sukarta (asal Denpasar). *nat

Komentar