nusabali

LENTERA : Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan

  • www.nusabali.com-lentera-mempersiapkan-pemimpin-masa-depan

Menyusuk selesainya pemilihan kepala daerah, alam memberi tanda-tanda kepada manusia.

Di Bali khususnya, puncak Gunung Agung terbakar oleh erupsi, Pantai Benoa terbakar oleh api. Sejujurnya, alam itu netral. Di pikiran manusia-lah tanda-tanda alam itu menjadi negatif atau positif. Dan, ia akan menjadi destruktif atau konstruktif, sangat tergantung bagaimana manusia bereaksi kemudian.


Dewan pangan dunia pernah bertemu di Geneva tahun 1974, ketika itu satu-satunya negara yang penduduknya telah mencapai 1 miliar jiwa hanya China. Saat itu, dewan pangan sedunia meramalkan China akan sangat kesulitan menghidupi penduduknya yang demikian banyak. Namun, yang terjadi di tahun 2018, China adalah sebuah kekuatan ekonomi global yang sangat diperhitungkan.

Singkatnya, ramalan dan tanda-tanda alam tidak membawa energi negatif atau positif di dalamnya. Langkah-langkah manusia-lah yang membuatnya menjadi negatif atau positif. Meminjam temuan sejarawan cerdas Prof Yuval Noah Harari dalam buku indahnya ‘Homo Deus: A Brief History of Tomorrow’, pertumbuhan ekonomi di mana-mana cepat sekali. Bahkan, yang tercepat dalam catatan sejarah. Demikian cepatnya, sampai tidak ada yang bisa melambatkan, apalagi menghentikannya.

Dalam salah satu sub bab buku di atas, Prof Harari bahkan memberi judul ‘Adakah yang Bisa Menginjak Rem?’. Jawabannya sangat menyentuh. Pertama, tidak akan ada yang bisa menginjak rem. Kedua, tidak ada yang tahu di mana remnya berada.

Ibarat kereta api cepat yang sedang melaju kencang, jika direm mendadak, semuanya akan berantakan. Konsekuensinya, dampak ekologis pertumbuhan ekonomi yang demikian cepat akan dahsyat sekali. Dampak spiritualnya, apalagi. Tanda-tandanya di sana-sini sudah terlihat terang.

Namun, salah satu faktor yang seringkali diabaikan oleh para peramal masa depan, termasuk Prof Harari, adalah kreativitas manusia. Kreativitas manusia-lah yang membuat ramalan menakutkan ahli statistik Robert Malthus tidak menjadi kenyataan. Kreativitas manusia-lah yang membuat ramalan dewan pangan dunia di tahun 1974 tidak menjadi kenyataan.


SELANJUTNYA . . .

loading...

Komentar