nusabali

BPBD Badung Perkirakan Kerugian Akibat Gempa Puluhan Miliar Rupiah

  • www.nusabali.com-bpbd-badung-perkirakan-kerugian-akibat-gempa-puluhan-miliar-rupiah

Gempa 7,0 SR di Lombok Utara, NTB, membawa dampak luar biasa di Kabupaten Badung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung memperkirakan kerugian material akibat gempa mencapai puluhan miliar rupiah.

MANGUPURA, NusaBali
“Data pastinya sedang kami rekap, tapi kami perkirakan bisa mencapai puluhan miliar rupaih, karena laporan kerusakan yang kami terima dari masyarakat cukup banyak. Total kerugian di Desa Pelaga saja mencapai Rp 19 miliar lebih karena titik kerusakan di sana paling banyak. Berikutnya di Belok Sidan total kerugian yang kami catat sudah Rp 4 miliar lebih,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Nyoman Ermy Setiari, Rabu (8/8).

Dari hasil pendataan sementara, kerusakan akibat gempa di Kabupaten Badung terjadi di 427 titik, tersebar di lima kecamatan yakni Petang, Abiansemal, Mengwi, Kuta, dan Kuta Selatan. “Hasil penyisiran yang kami lakukan bersama tim di lapangan, hanya di Kecamatan Kuta Utara yang tidak ada laporan adanya kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,0 SR di Lombok, Minggu malam,” ungkap Ermy Setiari.

Berikut perinciannya, kerusakan bangunan tercatat sebanyak 62, palinggih sebanyak 363, dan 4 merupakan wantilan. “Ada yang rusak ringan dan ada yang rusak parah, seperti wantilan ada yang roboh di Petang,” imbuhnya. “Namun, syukurlah tidak ada korban jiwa.”

Pemkab Badung berjanji akan memperhatikan masyarakat yang terdampak gempa. Walaupun sejauh ini bentuk perhatiannya masih dipertimbangkan. “Yang jelas sesuai arahan Bapak Wakil Bupati, musibah ini adalah tanggung jawab bersama,” kata Ermy Setiari.

Untuk diketahui, BPBD Badung memiliki dana rehap dan rekon senilai Rp 4 miliar pada 2018, dan untuk dana tanggap darurat senilai Rp 1,5 miliar. Dana ini dimanfaatkan untuk membantu masyarakat bila terjadi musibah. Ermy Setiari menambahkan, selain itu ada juga dalam bentuk bantuan sosial (bansos). “Sekarang tergantung proposal yang diajukan masyarakat,” ucapnya. *asa

loading...

Komentar