nusabali

Gempa, Pegawai Pemkot Panik

  • www.nusabali.com-gempa-pegawai-pemkot-panik

BPBD Denpasar menyebut tidak ada laporan kerusakan baik itu kerusakan bangunan, gedung, maupun fasilitas lainnya akibat gempa kemarin.

Pasek Suardika Diguncang Gempa saat Cek Kerusakan Gedung

DENPASAR, NusaBali
Gempa yang mengguncang Denpasar, Kamis (9/8) akibat dari gempa 6,2 SR di Lombok, NTB membuat panik warga termasuk pengawai Pemkot Denpasar. Semua pegawai berhamburan ke luar gedung dari lantai satu hingga lantai tiga untuk mengantisipasi reruntuhan bangunan.

Saat gempa terjadi pada pukul 13.23 Wita, para pegawai tengah bekerja di ruangan mereka masing-masing. Tiba-tiba guncangan mulai dirasakan dan semakin keras. Mengetahui hal itu, pegawai yang berada di lantai tiga histeris lari menuruni tangga. Beberapa dari mereka juga sengaja melepas sepatu agar bisa lari secepat mungkin.

Salah satu pegawai di bagian Humas Pemkot Denpasar, Ni Putu Sagita Dewi, 20, mengungkapkan, saat itu, dirinya sedang berada di ruangan lantai dua tengah menyelesaikan tugas harian. Guncangan kecil sudah dirasakan, namun Sagita dan rekannya mengira hanya getaran meja yang bergeser. Namun lama kelamaan, getaran dirasakan semakin keras ditambah pegawai lainnya sudah berhamburan keluar.

Mengetahui hal itu, Sagita bersama empat rekan lainnya lari ke luar ruangan menuju halaman Pemkot Denpasar. "Waktu itu gak nyangka bakal ada gempa. Cukup besar sih sampai semua pegawai berhamburan. Takut sama gemeteran juga tiba-tiba plafon jatuh dan menimpa kita di dalam. Terpaksa semua barang kami tinggalkan di dalam, sudah gak sempat ngambil apa-apa saking paniknya," ujar gadis asal Penatih, Denpasar Timur ini.

Di tempat lain, saat gempa terjadi anggota DPD RI Provinsi Bali Bali, Gede Pasek Suardika juga merasakan gempa yang cukup besar saat melakukan kunjungan ke kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar, kawasan Niti Mandala. Saat itu Pasek tengah melakukan kunjungan untuk mendukung upaya pembangunan zona integritas layanan publik yang bebas KKN dan layanan prima. Di sisi lain juga sekaligus meninjau bangunan bagian atap yang roboh karena gempa sebelumnya.

Usai meninjau atap yang roboh, di lantai tiga, gempa yang cukup keras mengguncang, sehingga Pasek dan seluruh pegawai di lantai tiga tersebut berhamburan keluar mencari tempat yang aman. "Persis usai meninjau, dan akan berjalan turun di lantai 3 tiba-tiba ada gempa yang cukup keras dan genteng yang posisinya sudah hampir jatuh juga berjatuhan. Untung tidak ada korban karena kita semua cepat-cepat turun dan mencari lokasi yang aman," ungkap Wakil Ketua Umum Partai Hanura ini.

Kata Pasek, selain pegawai, wajib pajak juga ramai-ramai menyelamatkan diri. Namun kata dia, yang tampak saat itu hanya bangunannya saja yang mengalami kerusakan karena gempa yang terus terjadi dari hari sebelumnya terutama bagian atap bangunan. "Tampaknya, bangunan kantor pajak saja yang mengalami kerusakan khususnya bagian atapnya. Semoga saja segera bisa diperbaiki karena menyangkut pelayanan pada masyarakat. Saya yakin itu segera diperbaiki tinggal aspek birokrasi rekomendasi PU dan lainnya. Anggaran juga saya kira tidak ada masalah untuk instansi tersebut," imbuh mantan Ketua Komisi III DPR RI yang kini menjadi caleg DPR RI dapil Bali dari Partai Hanura.

Sementara itu, dihubungi terpisah Kepala BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan, terkait dengan gempa yang terjadi kemarin, tidak ada laporan kerusakan yang dialami warga maupun instansi, baik itu kerusakan bangunan, gedung, maupun fasilitas lainnya. "Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa tadi. Walaupun cukup keras namun tidak sampai merusak fasilitas," jelasnya.

Kata dia, untuk mengantisipasi korban bencana gempa yang terjadi di Denpasar, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk mengurangi resiko bencana ke sekolah-sekolah dan masyarakat. "Antisipasi untuk bencana yang terus terjadi saat ini, kami akan adakan sosialisasi untuk pengurangan risiko bencana gempa bumi ke sekolah-sekolah, dan bekerjasama dengan Disdikpora. Agar bisa mengumpulkan para guru perwakilan sekolah untuk diberikan sosialisasi PRB (Pengurangan Risiko Bencana)  gempa tersebut," ujarnya. *mi

loading...

Komentar