nusabali

Pembukaan Pameran Inkra di Jembrana, Mamin Kadaluwarsa Dimusnahkan

  • www.nusabali.com-pembukaan-pameran-inkra-di-jembrana-mamin-kadaluwarsa-dimusnahkan

Pameran Industri dan Kerajinan (Inkra) ke-14 serangkaian HUT ke–123 Kota Negara dan Jembrana Festival 2018, di areal parkir Pemkab Jembrana, resmi dibuka Bupati Jembrana I Putu Artha, Sabtu (11/8) malam.

NEGARA, NusaBali

Pada acara pembukaan itu, selain digelar lomba fashion show endek khas Jembrana, Bupati Artha bersama jajaran Forum Koordinator Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana serta BBPOM Denpasar, melakukan pemusnahan sebanyak 900 bungkus makanan dam minuman (mamin) kadaluwarsa.

Ratusan bungkus mamin kadaluwarsa yang dimusnahkan itu merupakan hasil operasi Dinas Koperindag Jembrana di salah satu toko di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Senin (30/7). Pemusnahan mamin kadaluwarsa tersebut juga dihadiri Kepala BBPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, yang sekaligus melaunching maskot Si Koncer (Konsumen Cerdas).

Terkait pameran Inkra, Bupati Artha mengharapkan kalangan UMKM Jembrana benar-benar mendapat manfaat. “Kami mengundang UMKM di luar Jembrana dan luar Bali, tujuannya agar UMKM Jembrana bisa membandingkan dengan UMKM dari luar. Jika tidak membandingkan dengan UMKM lain, tentunya akan merasa selalu lebih baik, dan dengan melihat UMKM lain, bisa jadi termotivasi. UMKM kita di Jembrana juga belajar pemasaran, trend yang ada, dan melihat pangsa pasar, agar tidak terjadi ketimpangan,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperindag Jembrana Made Gede Budhiarta, mengatakan  pameran Inkra tahun ini dilaksanakan pada 11 – 21 Agustus 2018. Ada 207 peserta dari berbagai bidang UMKM, dan beberapa BUMD yang menempati 113 stand.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Dirjen HKI KemenkumHAM. “HKI ini menyangkut hak paten terkait UKM (usaha kecil menengah) termasuk seni dan budaya. Dengan perjanjian kerja sama ini, kita dari pemda bisa memfasilitasi untuk mengajukan hak paten karya masyarakat ataupun kelompok-kelompok masyarakat di Jembrana,” ujar Budhiarta. *ode

loading...

Komentar