nusabali

Kinerja Politisi Senayan Dimuseumkan

  • www.nusabali.com-kinerja-politisi-senayan-dimuseumkan

Komisi X Dorong Undang-Undang Simpan-Sejarah

JAKARTA,NusaBali
Kinerja anggota DPR RI tidak hanya didokumentasikan secara visual. Namun juga dijadikan sebagai peristiwa bersejarah yang kemudian didokumentasikan dalam sebuah museum. DPR RI sendiri memiliki Museum DPR RI yang mencatat kinerja wakil rakyat sepanjang masa didorong makin meningkat kapasitasnya, bukan hanya sebagai tempat untuk wisata, namun sebagai ajang edukasi dalam demokrasi.

Anggota Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana dalam seminar nasional ‘Optimalisasi Peran Museum DPR RI dalam Menyosialisasikan Sejarah dan Kinerja Dewan’ dan pameran Museum DPR RI ‘DPR Dalam Lintasan Sejarah Bangsa’ yang digelar di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8) mengatakan Museum DPR RI menjadi sebuah wadah merekam sepak terjang wakil rakyat. Banyak peristiwa politik di Museum DPR RI akan dicatatkan.

"Namun perlu ditingkatkan kapasitas museum itu khususnya Museum DPR RI supaya makin partisipatif, ini harus dikawal bersama-sama. Karena banyak sejarah dalam dunia politik terekam di sini. Museum DPR RI ini harus disosialisasikan untuk generasi muda kita, supaya mereka belajar ke sini, " ujar Wasekjen DPP Demokrat ini

Politisi asal Desa Peliatan, Ubud, Kabupaten Gianyar ini mengatakan, Museum DPR RI memegang peran penting dalam merekam proses perjalanan yang sudah lebih dari tujuh dekade mulai dari tantangan, peluang, sampai dengan pencapaian.

Putra mantan anggota DPD RI, I Nyoman Rudana ini menyebutkan publik tidak bisa pungkiri, di era digitalisasi saat ini eksistensi museum sebagai sarana belajar, penelitian, dan memperoleh informasi terkait sejarah dan warisan budaya tersaingi dengan perkembangan digital. "Segala hal sangat mudah diakses melalui penggunaan teknologi internet. Tetapi ini sebuah tantangan buat kami di Asosiasi Museum Indonesia dan saya selaku anggota Komisi X DPR RI akan terus mencari solusi supaya kita bisa eksis di era digital ini, " ujar Supadma Rudana.

Supadma Rudana yang anggota Komisi X DPR RI yang notabene membidangi sejarah, pendidikan dan budaya ini semakin tertantang untuk memajukan museum di Indonesia, khususnya di DPR RI. Baginya meskipun era digital berkembang semakin cepat namun museum tetap mempunyai penikmat setia. Alumni Webster University Amerika Serikat ini memastikan, dirinya bersama Asosiasi Museum Indonesia tidak menutup diri untuk turut memajukan eksistensi museum melalui perkembangan digital. Dengan mendorong terbentuknya Undang-Undang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (UU SSKCKR) yang pembuatannya didampingi oleh Perpustakaan Nasional.

Pasalnya saat ini payung hukum yang ada saat ini hanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2015. Ia menilai, Indonesia membutuhkan payung hukum yang lebih besar lagi, yakni UU Permuseuman. *nat

Komentar