nusabali

Waspadai, Gelombang 3,5 Meter di Selat Bali dan Selatan Bali

  • www.nusabali.com-waspadai-gelombang-35-meter-di-selat-bali-dan-selatan-bali

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini gelombang setinggi 3,5 meter di perairan Selatan Bali, Selat Bali, dan Selat Lombok dalam tiga hari ke depan.

MANGUPURA, NusaBali

Gelombang tinggi ini dipicu oleh kondisi angin. Di mana kecepatan angin dalam tiga hari ke depan berkisar antara 8 – 34 kilometer per jam. Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Sujabar saat dikonfirmasi, Selasa (11/9), mengungkapkan secara umum cuaca dalam beberapa hari ke depan cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 23–32 derajat Cecius. Kelembaban udara berkisar antara 58-92 persen. Angin bertiup dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan 8–34 km per jam.

Dikatakan, kondisi saat ini tinggi gelombang laut di perairan Utara Bali berkisar antara 0,5–1,5 meter. Sedangkan di perairan Selatan Bali berkisar antara 1–3,5 meter, di Selat Bali berkisar antara 0,5–3 meter dan di Selat Lombok berkisar antara 0,75–3 meter.  Kondisi ini disebabkan oleh wilayah Bali sebagian besar masuk musim kemarau, suhu muka laut di sekitar wilayah Bali 26-28 derajat Celcius.

Dia memaparkan tinggi gelombang laut dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, kecepatan angin. Saat ini angin yang bertiup di atas Samudera Hindia mencapai 28 km per jam. Kedua, durasi angin bertiup. Dikatakan angin yang bertiup di atas Samudera Hindia cukup konstan dari beberapa hari lalu sehingga memicu meningkatnya ketinggian gelombang. Ketiga, jarak yang ditempuh angin. Hal ini yang membedakan gelombang di Samudera Hindia lebih tinggi dibandingkan Selat Bali bagian Utara atau pun Selat Lombok bagian Utara. Karena di samudera angin dapat menempuh jarak yang lebih jauh sebelum menemui hambatan berupa daratan.

“Kami mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di laut selalu waspada. Perhatikan perubahan informasi yang dikeluarkan BMKG atau taati rambu-rambu yang saat hendak mandi di laut. Hal yang sama juga untuk pelaut. Diharapkan untuk selalu waspada,” imbuh Sujabar.

Sementara dari pantauan di Pantai Petitenget petugas Balawista memasang sejumlah bendera tanda larangan untuk berenang. Gulungan ombak terlihat cukup besar menghempas bibir pantai. Namun para pengunjung tidak terpengaruh oleh gelombang tinggi tersebut. Mereka tetap beraktivitas seperti biasanya. *po

loading...

Komentar