nusabali

Progres Penataan Lapangan Lumintang Capai 65 Persen

  • www.nusabali.com-progres-penataan-lapangan-lumintang-capai-65-persen

Penataan Lapangan Lumintang, Denpasar Utara yang sempat menjadi polemik dengan Pemkab Badung terus berlanjut.

DENPASAR, NusaBali

Hingga kini, penataan sudah rampung hampir 65 persen dari total pengerjaan. Penataan yang dianggarkan sekitar Rp 1,5 miliar ini terus dikebut untuk mencapai target penyelesaian pada 21 November 2018 mendatang.

Kabid Pertamanan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, Putu Sandika saat dikonfirmasi, Rabu (12/9) mengatakan, pengerjaan saat ini difokuskan penataan pada tempat yang paling diutamakan yakni, toilet, penataan jogging track, penanaman tanaman hias dan pembuatan instalasi pembuangan sesuai Detail Engenering Design (DED).

Selain itu pihaknya juga sedang berupaya memasang sprinkler pemeliharaan rumput otomatis. Yang nantinya akan menyiram rumput secara berkala. "Kami terus berupaya kebut pengerjaan karena waktu juga cukup singkat. Saat ini pengerjaan kami perkirakan sudah hampir 65 persen karena toilet, penataan jogging track juga sudah hampir rampung," jelasnya.

Untuk saat ini pihaknya mengaku belum melakukan pembahasan terkait penanaman rumput. Yang ada saat ini hanya baru pendataran permukaan tanah sebelum dipasang rumput. "Kalau rumput di tengah lapangan mungkin nanti bisa belakangan. Sekarang penataan yang penting-penting saja dulu. Supaya 21 November selesai sesuai target," terangnya.

Namun sebelum penataan selesai terlihat lapangan sudah mulai dimanfaatkan untuk sarana olahraga. Padahal, lapangan belum dipasangi rumput sesuai konsep yang sudah dibuat. Kendati masih berdebu, beberapa sekolah juga sudah mulai memanfaatkan lapangan tersebut untuk kegiatan siswa setiap paginya.

Salah satu warga yang tengah bermain skateboard di selatan lapangan, Wahyu mengaku penataan belum selesai, tapi peminat masyarakat sudah banyak memakai lapangan itu. Dia berharap dengan antusias masyarakat agar penataan lapangan tersebut cepat selesai sehingga masyarakat dapat kembali mempergunakannya. "Kalau sekarang kan masih tanahnya itu berdebu. Jika ada angin datang terbang sudah debunya, bukan lagi mengganggu namun bahaya kalau sampai masuk ke mata," jalasnya *mi

loading...

Komentar