nusabali

Jika Ditiadakan, Bahan Upacara Lenyap Misterius

  • www.nusabali.com-jika-ditiadakan-bahan-upacara-lenyap-misterius

Krama pangempon/panyungsung Pura Samuan Tiga, Desa Pakraman Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar tengah mempersiapkan upacara Panca Wali Krama pada Purnamaning Desta, Kamis (21/4) depan. 

GIANYAR, NusaBali
Sebelum puncak karya, lebih dulu digelar tradisi ritual Ngambeng, Rabu (6/4). Berdasarkan kepercayaan, jika ritual Ngambeng ini ditiadakan, bahan upacara bisa hilang misterius.

Dalam ritual Ngambeng, kalangan anak-anak dari Desa Pakraman Bedulu berkelompok ngayah keliling kampung, sambil memasuki rumah-rumah penduduk. Saat memasuki rumah, mereka mengucapkan salam panganjali ‘Om Swastyastu’. Pemilik rumah akan memberikan kelompok anak-anak ini aneka hasil bumi untuk sarana upacara, seperti kelapa dan dupa, untuk dihaturkan ke Pura Samuan Tiga. 

Bendesa Pakraman Bedulu, I Gusti Made Ngurah Serana, mengatakan ritual Ngambeng bermakna sebagai media sosialisasi kepada masyarakat bahwa akan ada piodalan di Pura Kahyangan Jagat Samuan Tiga. Ini pula sekaligus media pendakian spiritual sejak usia dini. Tradisi Ngambeng ini biasa dilaksanakan 15 hari menjelang puncak karya di Pura Samuan Tiga.

Menurut IGM Ngurah Serana, tradisi ritual Ngambeng ini pantang untuk ditiadakan. Jika sampai ditiadakan, akibatnya bisa fatal, Dia mencontohkan kehadian beberapa tahun silam di mana ritualk Ngambeng sempat tidak digelar. Muncul kemudian kejadian aneh. 
Kala itu, berbagai sarana upacara piodalan di pura ini menjadi serba kekurangan, karena hilang misterius. Bahkan beberapa sarana upakara yadnya yang sebelumnya terlihat, mendadak hilang tanpa lagi bisa ditemukan. "Karena kejadian-kejadian aneh seperti itu, tradisi ini bertahan hingga kini. Kami tidak merani meniadakannya,” jelas Ngurah Serana kepada NusaBali, Rabu kemarin.

Menurut dia, tradisi Ngambeng ini merupakan wujud bhakti krama kepada Ida Batara-batari di Pura Samuan Tiga. Karena itu, setiap krama yang didatangi, selalu menyambut anak-anak pangambeng dengan ramah dan murah hati. Sebab, mereka meyakini, dengan menghaturkan sesuatu bahan upacara, akan mendatangkan rezeki dan mukzisat, terutama para pedagang.

Sementara itu, saat ritual Ngambeng, kelompok pengayah anak-anak juga menyasar rumah di luar pangemong dan panyungsung Pura Samuan Tiga. Karena itu, panitia karya atau pangemong pura lebih dulu bersurat ke beberapa desa pakraman sebagai permakluman atas kehadiran pangayah Pangambeng ke wilayah desa mereka. ‘’Memang, kehadiran pangayah Ngambeng ini tetap disambut baik oleh warga yang didatangi,’’ jelas Ngurah Serana.

Bertepatan dengan prosesi ritual Ngambeng, Rabu kemarin, seluruh krama pangemong Pura Samuan Tiga mulai memasang penjor. Sedangkan pada malam harinya, dilaksanakan prosesi mendak Tirta Pakuluh di puncak Gunung Agung  melalui Pura Pasar Agung di Karangasem. 7 cr62,lsa

Komentar