nusabali

Puluhan SD di Denpasar Diajukan Penambahan Ruang Kelas Bertingkat

  • www.nusabali.com-puluhan-sd-di-denpasar-diajukan-penambahan-ruang-kelas-bertingkat

Puluhan Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar sedang diajukan pembangunan gedung atau ruang kelas bertingkat oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora).

DENPASAR, NusaBali
Jumlah tersebut merupakan hasil revisi layak rehab dan diusulkan untuk pembangunan bertingkat. Sebab, selama ini, sekolah rata-rata setiap tahunnya menambah maksimal dua ruang kelas saat penerimaan siswa baru, sementara, lahan yang dimiliki tidak mencukupi untuk penambahan bangunan baru.

Kepala Disdikpora Denpasar I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi, Rabu (10/10) mengungkapkan, hingga saat ini keseluruhannya sudah ada 87 sekolah yang mendapatkan realisasi bangunan bertingkat dari 167 sekolah di Denpasar. Ditambah dengan 12 SMP yang sudah dibangun sebelumnya, dan beberapa sekolah direhab oleh komite.

Pihaknya mengajukan sesuai dengan melihat kelayakan rehab sekolah tersebut. Jika memang layak, sekolah tersebut akan diusulkan dengan membuat pembangunan bertingkat yang akan menjadi prioritas penggarapan. "Rata-rata kami akan ajukan 40-50 sekolah layak rehab yang diusulkan langsung melakukan pembangunan bertingkat. Namun tetap kita memakai skala prioritas yang mana harus digarap duluan. Untuk tahun 2018 sudah kita selesaikan seluruh fisiknya sebanyak 11 sekolah. Pada 2019 mendatang kita ajukan 12 SD," ungkap Gunawan.

Kata dia, keseluruhan pembangunan akan direalisasikan secara bertahap setiap tahunnya. Keseluruhan pembangunan itu menggunakan APBD. Sebab, sekolah di Kota Denpasar rata-rata tidak memenuhi syarat luas tanah jika diajukan ke pusat untuk menggunakan APBN. Rata-rata luas lahan sekolah di Denpasar hanya 9-15 are, sementara syarat pengajuan yang ditetapkan untuk SD minimal 25 are, dan SMP minimal 50 are.

Kata Gunawan, kendati saat ini masih ada sekolah yang kekurangan kelas, mereka masih bisa melakukan pembelajaran dengan dua sift. Dan rata-rata ruang kelas masih layak dipakai. "Ya keseluruhannya hanya menggunakan APBD. Rata-rata sekolah di Denpasar tidak memenuhi syarat. Sekarang kondisinya di pusat sangat ketat. Jadi kita terpaksa lakukan bertahap dengan APBD. Jika dihitung sudah ratusan kami bangun bertingkat. Selain menggunakan APBD juga menggunakan dana bantuan perehaban dari komite," imbuh Gunawan. *mi

loading...

Komentar