nusabali

Tidak Etis Dilakukan di Areal Pura

  • www.nusabali.com-tidak-etis-dilakukan-di-areal-pura

“Jangan sampai model seperti ini seakan-akan dijadikan lelucon, dan itu bisa jadi membuat kapiambeng (musibah) kedepannya kepada yang bersangkutan”

Deman Falling Stars Callenge

DENPASAR, NusaBali
Belakangan ini masyarakat tengah demam Falling Stars Challenge (foto seolah-olah terjatuh). Beragam ide kreatif muncul dari warganet yang menggunggah challenge tersebut. Namun, baru-baru ini beberapa foto falling stars challenge yang mengambil lokasi di areal tempat suci (pura) beredar di media sosial, dan memantik kritikan dari beberapa kalangan.

Salah satunya Wakil Ketua PHDI Bali, Drs Ketut Pasek Swastika. Awalnya ia mengira foto seorang perempuan dengan posisi seolah terjatuh dan isi bantennya berhamburan, dikira sedang kesurupan. Sekilas foto tersebut memang terlihat menarik. Namun ketika Pasek Swastika memperhatikan dengan seksama, ternyata isi banten yang berhamburan itu tertata rapi. Saat itu barulah dia ngeh kalau hal tersebut memang disengaja. Ia sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi. "Awalnya saya mengira itu sedang kesurupan, tapi ternyata itu disengaja. Kenapa hal seperti ini dipermainkan dan dipakai guyon," tanyanya.

Menurutnya, hal semacam ini kurang pantas dilakukan di areal pura. Mengingat pura adalah tempat suci Agama Hindu. Apalagi banten yang sengaja dihamburkan juga mengandung nilai-nilai kesucian dan filosofi, seperti yang terlihat ada canang dalam foto tersebut. Ia berharap agar cara-cara model ini jangan dilanjutkan. "Hal seperti itu justru merendahkan tradisi adat dan budaya Bali yang adiluhung. Secara pribadi saya melarang jika masih ada fenomena yang menggunakan banten dan tempat suci digunakan permainan. Kurang pantas digunakan untuk mencari sebuah perhatian," katanya.

Kaitannya dengan foto tersebut, hingga kini pihaknya belum membahas lebih lanjut. Namun terlepas dari benar atau salah perilaku oknum tersebut, menurut Pasek Swastika, kurang etis rasanya jika melakukan hal demikian. Pada akhirnya akan kembali pada kesadaran diri sendiri untuk menjaga kesucian dan keadiluhungan agama dan budaya Bali. "Biarlah loka dresta setempat yang memberikan sanksi, yaitu pakraman dan pangempon pura kalau terjadinya di pura, karena ini sudah ngaletehin," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara Korda Denpasar, Pinandita Putu Gede Suranata juga berkomentar senada. Menurutnya, sebagian besar sarana yang tampak di foto tersebut berupa canang dan sesayut merupakan simbol berbentuk aksara. Untuk pembelajaran ke depannya, ia berharap hal-hal semacam ini jangan lagi dijadikan lelucon. Berbeda halnya jika yang bersangkutan benar-benar jatuh, biasanya pasti akan dilakukan prosesi ngulapin. "Jangan sampai model seperti ini seakan-akan dijadikan lelucon, dan itu bisa jadi membuat kapiambeng (musibah) kedepannya kepada yang bersangkutan. Karena itu sarana upakara simbol suci yang mengandung aksara, tapi mudah-mudahan tidak terjadi," ungkapnya.

Melihat hal ini, Pinandita Suranata melihat adanya kurang pemahaman tentang agama, sehingga secara instan menunjukkan sesuatu kepada masyarakat luas tanpa mengetahui apa yang digunakan, dan di mana tempatnya. Sehingga hal yang kurang etis yang dilakukan terhadap banten suci dan dilakukan di areal tempat suci tersebut sampai terjadi dan diupload ke media sosial. Pihaknya berharap masyarakat termasuk generasi muda lebih bijak lagi dalam melakukan sesuatu.
 
Viralnya foto Falling Stars Challenge yang menggunakan simbol agama budaya Bali juga membuat Senator I Gusti Ngurah Arya Wedakarna angkat bicara melalui akun instagramnya. Ia mengaku mendapatkan banyak laporan beberapa sameton yang melakukan challenge tersebut dengan memakai simbol budaya Bali. Seperti, mengambil lokasi challenge di tempat suci, menggunakan canang dan banten yang jatuh berserakan.Wedakarna mengimbau, agar semeton challenge itu tetap boleh dilakukan namun, tidak boleh menggunakan simbol budaya Bali. "Semeton, tiang banyak dpt laporan ada fenomena semeton Hindu Bali ikut “challenge” macam begini ? Tiang kasi nasihat nggih, jika ada yg mau ikut chaellenge yg lagi viral ya boleh boleh saja, TAPI jangan memakai simbol budaya Bali nggih. Gusti Aji lihat ada foto challenge mengambil lokasi ditempat suci, canang, banten, keben berserakan. Nike ten patut lan ten meduwe sesana MOHON jangan lagi nggih, nanti bisa kena pasal penistaan agama (simbol Hindu). Yening masih ada jegeg jegeg yg posting beginian, nanti ajik datangi, dan tiang traktir makan siang sambil Gusti Aji jewerrrrrr  . Mauuuu ???  Boleh have fun, tp budaya Hindu harus dijaga nggih." *ind

loading...

Komentar