nusabali

KMHDI Salurkan Bantuan ke Sulteng

  • www.nusabali.com-kmhdi-salurkan-bantuan-ke-sulteng

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menyalurkan bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

JAKARTA, NusaBali
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Departemen Sosial Kemasyarakatan Pimpinan Pusat KMHDI I Wayan Yogi Mirzagita dan pengurus KMHDI Palu.

"Ini merupakan penyaluran bantuan tahap pertama. Kami menyalurkan di tiga titik pengungsian di kabupaten Sigi yakni di Desa Oloboju, Gereja Bethel Indonesia Desa Jono Oge dan Gereja Bala," ujar I Wayan Yogi Mirzagita atau biasa disapa Yogi kepada NusaBali, Jumat (19/10).

Bantuan yang disalurkan berupa tenda, logistik/kebutuhan pokok dan kebutuhan bayi dan anak-anak. Penyaluran bantuan tahap pertama, kata Yogi, dari donasi yang telah dikumpulkan selama 3 minggu melalui gerakan KMHDI Peduli Sulteng se Indonesia. Penyaluran bantuan dilaksanakan selama tiga hari.

Selain menyalurkan kebutuhan pokok, penyaluran donasi KMHDI juga dirangkai  dengan kegiatan trauma healing untuk anak-anak dan remaja serta periksa kesehatan gratis kepada korban di posko pengungsian.

Kegiatan trauma healing mereka lakukan pada hari Jumat dan Sabtu. Mereka juga  menyerahkan bantuan untuk rekonstruksi bangunan Pura yang ada di Palu. KMHDI sendiri mendapatkan dana melalui penggalangan dana yang mereka lakukan melalui Gerakan KMHDI peduli Sulteng.

Bantuan yang terkumpul sebesar Rp 80 juta. Mereka sangat berterimakasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan mau menyumbangkan rezekinya kepada korban gempa.

“Mewakili  kader KMHDI kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah tergerak hatinya untuk membantu korban dalam gerakan KMHDi peduli Sulteng. Kami berharap masyarakat selalu memberikan dukungan kepada para korban agar tetap tabah karena duka di Palu adalah duka kita bersama," papar Yogi.

Yogi berharap, pemerintah tetap menjaga komitmen dalam memulihkan kondisi kota dan kabupaten yang terdampak bencana. Plus membangun kembali manusianya untuk dapat bangkit dari keterpurukan dan duka. Terlebih kondisi bangunan saat ini sebagian besar telah rata dengan tanah. *k22

loading...

Komentar