nusabali

Pawai PKB ke-41 Tidak Ada Mobil Hias

  • www.nusabali.com-pawai-pkb-ke-41-tidak-ada-mobil-hias

“Pertimbangannya, pertama agar pawai ini betul-betul atraktif. Kedua, untuk mengirit biaya. Karena terus terang saja biaya mobil hias itu puluhan juta, dan hanya digunakan untuk berjalan begitu saja”

DENPASAR, NusaBali
Ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai perhelatan seni terbesar bagi masyarakat Bali pada tahun 2019 memasuki pelaksanaan ke-41. Sesuai dengan roadmap tema PKB 2015-2020, tema PKB tahun 2019 akan mengambil tema ‘Bayu Pramana : Memuliakan Sumber Daya Angin’. Meski kini telah berganti kepemimpinan, namun roadmap lima tahunan ini akan tetap digunakan sebagai acuan dengan beberapa revisi agar kemasan acara lebih dinamis.

“Kalau kita lihat temanya kan Bayu Pramana. Jika dilihat dari visi-misi gubernur, Nangun Sat Serthi Loka Bali yang artinya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Pesan itu akan disampaikan lewat tema Bayu Pramana ini. Bayu Pramana berarti memuliakan sumber daya angin. Angin adalah salah satu unsur Panca Maha Bhuta yang membentuk alam semesta ini,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha, usai Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Dinas setempat, Rabu (31/10).

FGD tersebut membahas tentang pengembangan format dan konten PKB yang sudah dirancang tahun 2019. Pengembangan ini dilakukan mengingat lima tahun ke depan, visi-misi Gubernur Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali harus diberikan pencerahan lewat seni budaya. Dalam hal ini, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menugaskan Rektor ISI Denpasar dan timnya untuk menyiapkan pengembangan format dan konten PKB. Karena itu, FGD yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu menghadirkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota sebagai leading yang akan menyiapkan materi. FGD juga menghadirkan seniman dan kelompok ahli pembangunan di bidang budaya yang telah diangkat oleh Gubernur Bali.

“Apa yang sudah dirancang oleh Rektor ISI Denpasar, hari ini (kemarin, red) bagus sekali mendapatkan banyak masukan, koreksi, dan saran, dan masih akan terus kita komunikasikan hingga final,” ungkapnya.

Mengenai pawai tahun 2019, menurut Kadis Beratha, telah dirancang lebih atraktif, mengacu pada tema, serta dari kabupaten/kota mengacu atau memiliki keterkaitan pada tema. Dikatakan, pawai PKB tahun 2019 tidak lagi memakai kendaraan hias.

“Pertimbangannya, pertama agar pawai ini betul-betul atraktif. Kedua, untuk mengirit biaya. Karena terus terang saja biaya mobil hias itu puluhan juta, dan hanya digunakan untuk berjalan begitu saja. Pawai yang kita inginkan betul-betul atraktif dan menampilkan potensi dan tradisi yang ada di kabupaten/kota,” katanya.

Lanjutnya, secara garis besar, materi PKB 2019 terdiri dari tujuh bidang kegiatan, yakni pawai, pagelara, pameran, lomba, parade, workshop, dan sarasehan. Selain itu ada juga kegiatan-kegiatan pendukung seperti melukis mural, seni instalasi, dan edukasi seni untuk anak-anak. Menurut Kadis Beratha, PKB tahun 2019 betul-betul memberikan kesempatan pada kabupaten/kota untuk menggali potensi daerahnya. “Kalau dulu semacam top down, jadi provinsi yang menentukan apa-apa yang harus ditampilkan. Kalau sekarang betul-betul kita ingin menggali potensi-potensi yang ada di kabupaten/kota, sehingga bisa memberikan ruang yang lebih banyak kepada seniman-seniman kabupaten/kota untuk berkreativitas dan berinovasi. Jadi, mereka akan ikut berpikir apa yang harus dibawakan untuk menampilkan potensi daerahnya,” imbuhnya.

Terkait adanya wacana pembangunan Art Centre baru, menurut Kadis Beratha, pelaksanaan PKB masih dipertimbangkan digelar di luar Taman Budaya Denpasar. Sebab persoalannya adalah masalah kesiapan kabupaten/kota bila nantinya pelaksanaan disebar. “Dari pembahasan-pembahasan tadi (kemarin, red) ada beberapa pertimbangan, apakah dipusatkan di Taman Budaya atau disebar. Persoalannya adalah apakah kabupaten/kota sudah siap? Karena banyak hal yang perlu disiapkan, seperti stage, sound, lighting, dan SDM. Kalau untuk sekarang yang paling siap ya Taman Budaya. Kalau pelaksanaannya disebar, tentu tidak bisa seketika. Perlu diajak duduk bersama terlebih dulu,” tandasnya. *ind

loading...

Komentar