nusabali

Jegeg-Bagus Kerap Ngeblank

  • www.nusabali.com-jegeg-bagus-kerap-ngeblank

Jegeg-Bagus Klungkung kebanyakan dari kalangan pelajar SMA/SMK.

SEMARAPURA, NusaBali
10 finalis Jegeg-Bagus Klungkung menjalani masa pra karantina di Gedung Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Minggu (17/4). Mereka digembleng dengan materi dan keterampilan, untuk fasyen saat grand final, 14 Mei 2016. Putra-putri terbaik Klungkung nanti akan disipakan maju ke tingkat Provinsi Bali.

Penjaringan jegeg-bagus sejak Februari 2016, dengan 69 peserta (39 jegeg dan 30 bagus). Seleksi 26-27 Maret, menjadi 20 peserta atau 10 pasang. Masa pra karantina ini digelar setiap hari Sabtu dan Minggu. Sebelum ke grand final, mereka menjalani masa karantina 9-12 Mei. Tiga hal yang menjadi penilaian saat grand final yakni wawasan dan ilmu pengetahuan, penampilan dan interaksi sosial dengan masyarakat. Tiga klasifikasi yang akan diperebutkan saat grand final, “Sesui target, kami tetap ingin menjadi yang terbaik,” ujar Pembina Jegeg-Bagus Klungkung I Wayan Sujana, Senin (18/4).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Klungkung ini mengklaim, Jegeg-Bagus bumi serombotan tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja mereka kerap phobia (ketakutan) sehingga grogi atau ngeblank saat berhadapan dengan para pejabat. Kondisi ini berpengaruh saat dewan juri mengajukan pertanyaan, mereka tidak bisa menjawab, padahal jawaban itu sudah diketahui. “Kelemahan-kelemahan tersebut sudah kami evaluasi dan akan perbaiki,” katanya.

Selama ini, Jegeg-Bagus Klungkung kebanyakan dari kalangan pelajar SMA/SMK. Pendaftar dari kalangan mahasiswa kali ini empat orang. Kata dia, penentu kemenangan Jegeg-Bagus ada di tangan dewan juri. ‘’Tapi, jangan sampai penilaian karena berdasarkan azas kedekatan dan subyektivitas,” katanya. Jegeg-bagus Klungkung 2015, berhasil di runner up ke-4.

Panita jegeg-bagus Klungkung, Ida Ayu Oka Puspadi mengatakan mengatakan dalam masa pra karantina ini, juga sudah dilakukan penilaian terhadap keseharian fainalis. Sebagai senior dia berharap peserta yang berhasil menjadi juara, menjadi suri tauladan khususnya bagi kalangan generasi muda di Klungkung. Apalagi di era modern ini, berbagai kebiasaan yang bersifat negatif seperti merokok, minuman keras, narkoba dan sebagainya kian merajalewa. “Sebagai duta daerah harus bisa memberikan contoh yang positif,” katanya. 7 w

Komentar