nusabali

Unhi Pentas 'Kecak Ramayana' di India

  • www.nusabali.com-unhi-pentas-kecak-ramayana-di-india

Unhi Denpasar menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam ajang kesenian internasional yang dipusatkan di Ayodhya tersebut.

Diundang Meriahkan Perayaan Deepavali

DENPASAR, NusaBali
Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali diundang untuk memeriahkan puncak perayaan Deepavali di India yang berlangsung 4-7 November 2018. Tahun ini, tim kesenian Unhi Denpasar menampilkan garapan kesenian bertajuk 'Kecak Ramayana' di kota Lucknow, Uttar Pradesh, India.

Tim kesenian Universitas Hindu Indonesia Denpasar memberangkatkan seniman sebanyak 33 orang, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa di Fakultas Pendidikan Agama dan Seni, yang dipimpin langsung Dekan Fakultas Agama dan Seni Unhi Denpasar, Prof Dr Ida Ayu Gde Yadnyawati MPd. Keberangkatan kali ini pun langsung didampingi oleh Rektor Unhi, Prof Dr drh I Made Damriyasa MS, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr I Wayan Muka ST MT, serta Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerti, Dr Dewa Ketut Budiana.

Rektor Unhi Denpasar, Prof Dr drh I Made Damriyasa MS mengatakan, lawatan ke India kali ini sekaligus sebagai tindak lanjut kerjasama dalam bentuk MoU antara Ayodhya Research Institute dengan Unhi Denpasar. Kerjasama ini merupakan komitmen mewujudkan visi Unhi Denpasar sebagai pusat kajian agama dan budaya Hindu, serta langkah nyata untuk go internasional menuju world class university.

“Jadi setiap tahun, kami dari Unhi diundang untuk tampil di India. Tahun ini kami tampil 2 kali, yaitu di kota Lucknow dan Ayodhya dalam rangkaian acara Deepavali. Kami mewakili Bali dan Indonesia untuk tampil. Ada juga beberapa tim kesenian dari negara lain, seperti Korea, Rusia, Laos, Thailand, Trinidad dan Tobago, India, Kamboja, dan tim-tim kesenian dari negara-negara lain,” ujarnya, Rabu (7/11).

Dikatakan, Unhi Denpasar menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam ajang kesenian internasional yang dipusatkan di Ayodhya tersebut. Melalui pertunjukan kecak ini diharapkan akan dapat menyampaikan misi jalinan keeratan budaya selain secara estetika memperkenalkan kekayaan seni budaya Bali dan Indonesia di mata dunia. “Ini merupakan wujud nyata kami melestarikan dan mengembangkan kesenian dan budaya Hindu Indonesia. Selain itu, ajang ini menjadi wahana bagi mahasiswa melatih mental mereka tampil di dunia Internasional. Tahun depan tidak menutup kemungkinan mahasiswa dari prodi lain juga dilibatkan, selain dari mahasiswa dari Prodi Pendidikan Seni Tari, Seni Karawitan, Seni Rupa, dan Pendidikan Agama Hindu,” kata Prof Damriyasa.

Pertunjukan ‘Kecak Ramayana’ Unhi Denpasar sendiri mengambil kisah dari epos Ramayana, mulai dari hubungan cinta Rama dan Sintha hingga diculiknya Sintha oleh Rahwana. Hingga akhirnya perang besar pun terjadi antara Rama dan Rahwana. Epos Ramayana ini disuguhkan dengan nuansa Bali, yakni tari kecak.

Pimpinan tim kesenian Unhi Denpasar, Prof Dr IA Gde Yadnyawati MPd, menjelaskan, karya tari kecak ini diproses selama 20 kali latihan dengan durasi waktu 4 jam setiap kali pertemuan. Masing-masing pertemuan mematangkan musikal, adegan dan keutuhan pertunjukan. “Karena pelaku-pelaku yang terlibat sebagaian besar adalah pelaku seni yang sudah memiliki pengalaman musikal dan tari yang sangat memadai untuk diolah, jadi tidak ada kendala yang begitu berarti. Stamina dan olah vokal yang menjadi perhatian serius, karena keunikan pertunjukan ini mengandalkan vokal sebagai dasar musikalnya,” ujar Prof IA Yadnyawati yang berperan sebagai Dewi Sintha.

Menurutnya, dibanding tahun lalu, tahun ini jumlah seniman yang dilibatkan lebih banyak yakni sebanyak 33 orang. Unhi dipandang sangat berkomitmen dan dipandang sangat layak untuk tampil dalam ajang kesenian ‘Ramleela’, kesenian yang mengambil tema berkaitan dengan tokoh Rama dan epos Ramayana. “Ini adalah usaha kami selalu menggemakan kesenian dan kebudayaan Indonesia, khususnya Bali di ajang internasional. Harapan berikutnya adalah kerjasama ini tetap kami laksanakan, dan tidak tertutup kemungkinan tahun depan kami juga akan tampil di negara lain karena disini kami bertemu tim-tim kesenian dari banyak negara,” harapnya. *ind

loading...

Komentar