nusabali

Yusril Ngaku Khawatir 'Digergaji'

  • www.nusabali.com-yusril-ngaku-khawatir-digergaji

Gerindra heran dengan Yusril yang menyamakan pemilu di Indonesia dengan di Malaysia, sebab tata laksana pemilu di antara keduanya juga berbeda.

Sempat Ditawari Gabung Prabowo, Tapi Kini Lawyer Jokowi

JAKARTA, NusaBali
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, menuturkan pernah menawarkan Yusril Ihza Mahendra menjadi bagian Badan Pemenangan Prabowo-Sandi. Seperti diketahui Yusril malah menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin. Yusril pun berbicara soal kekhawatiran ‘digergaji’ terkait strategi yang diinginkannya agar parpol anggota koalisi juga ikut berjaya di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Ahli hukum tata negara ini membenarkan Sandiaga memang pernah mengajaknya bicara dan bergabung mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) sebagai Ketum Partai Bulan Bintang (PBB). Yusril lalu mempertanyakan soal nasib-nasib partai pendukung Prabowo-Sandi, utamanya soal strategi yang disiapkan agar partai-partai pendukung pasangan tersebut juga berjaya di Pileg 2019.

Prabowo-Sandi, kata Yusril, tak punya jawaban pasti. "(Misal) Saya, Anda minta jadi timses kampanye Prabowo-Sandi, misalnya, dari Papua sampai Aceh tiap hari dan malam (kampanye), tapi saya caleg, mendukung Anda jadi capres, tapi di lapangan digergaji Gerindra kan saya bisa dipermalukan sebagai ketua partai. Pak Sandi bilang ya nanti akan bicarakan dengan Prabowo tapi sampai hari ini tidak dijawab," kata Yusril di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

Yusril mengatakan, demi menghormati hasil Ijtimak Ulama untuk mendukung Prabowo sebagai capres, dia pernah mengutus due elite PBB, yakni MS Kaban dan Afriansyah Fery Noor, untuk menemui Habib Rizieq di Makkah. Keduanya diutus untuk membicarakan pertanyaan Yusril ke Prabowo-Sandi, yaitu komitmen untuk membawa partai-partai pendukung keduanya berjaya di Pileg 2019.

Yusril tak menjelaskan detail soal hasil pertemuan dengan Habib Rizieq. Namun dia menuturkan kemudian menawarkan koalisi ala Barisan Nasional seperti di Malaysia ke Prabowo-Sandi.

"Seperti yang saya katakan tadi, mau saya tidak hanya koalisi presiden, tapi untuk pileg seperti Malaysia, Barisan Nasional, sudah bagi kursi. Di sana maju A dan B kalau pemilu selesai jelas pembagian kursi. Kalau sekarang Prabowo terpilih Gerindra menang DPR kita dihabisin di DPR gimana ini, take and gift di mana? Itu sudah dirumuskan setelah ketemu Rizieq dan disampaikan. Prabowo tetapi tidak ada respons, jangan salahkan saya tidak menghormati ulama, tapi sudah," tutur Ketum PBB ini dilansir detik.com.

Menanggapi pernyataan Yusril, Gerindra mengaku bingung. Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman menilai alasan yang disampaikan Ketum PBB itu tak masuk akal. Sebab, sistem pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) di Indonesia berbeda.

"Alasan yang disebutkan Pak Yusril itu nggak masuk akal. Soal apa yang bisa dilakukan pasangan capres itu untuk membantu PBB lolos. Itu yang kita bingung," kata Habiburokhman. "(Yusril) Bilang digergaji Gerindra itu kita juga bingung. Karena sistem Pemilu kita itu jelas, walaupun bersamaan tapi Pileg dan Pilpres secara rezim itu dua hal yang berbeda," imbuhnya.

Habiburokhman juga heran dengan Yusril yang menyamakan pemilu di Indonesia dengan di Malaysia. Mengingat tata laksana pesta demokrasi di antara keduanya juga berbeda. "Jadi perolehan suara koalisi Pilpres (di Indonesia) itu dihitung berbeda dengan perolehan suara partai-partai di Pileg karena surat suaranya beda. Beliau maksud di Malaysia. Malaysia mungkin penghitungannya suara koalisi pengusung PM itu dihitung gabungan suara partai pengusung. Kalau ini kan beda," tuturnya.

Sebelumnya Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku sempat mengajak Yusril Ihza Mahendra bergabung ke kubunya. Sandiaga mengajak Yusril bergabung selaku Ketum Partai Bulan Bintang (PBB). "Waktu itu saya mengajak dan diskusi. Ya alhamdulillah berlangsung sangat hangat, bersahabat. Tapi Pak Yusril belum menentukan pilihan waktu itu untuk PBB dan menunggu dan sekarang akhirnya menjadi sebagai pengacara, tentunya kita hormati," kata Sandiaga di Hutan Kota Pesanggrahan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu kemarin. *

loading...

Komentar