nusabali

Tanah Longsor, Kamar Mandi Tergerus

  • www.nusabali.com-tanah-longsor-kamar-mandi-tergerus

Satu unit kamar mandi milik I Wayan Halus,60, di Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, tergerus longsor, Rabu (8/11) dini hari sekitar pukul 03.00 wita.

GIANYAR, NusaBali
Longsor terjadi lantaran kawasan tersebut diguyur hujan lebat semalaman. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.  Terkait bencana yang mengancam memasuki musim penghujan ini, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Gianyar AA Gde Oka Digjaya, mengimbau agar masyarakat lebih waspada. ‘’Karena ketika terjadi hujan lebat, sulit diprediksi bagian mana yang akan menjadi korban bencana,’’ jelasnya.

Kata dia, bencana tidak saja murni terjadi akibat faktor alam. Faktor manusia justru cenderung mendominasi, meskipun faktor alam sebagai pemicunya. Dalam hal ini, masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi. Dia mencontohkan mengenai banjir. Banjir memang masih kerap terjadi di Gianyar terutama saat musim hujan. Tetapi, hujan bukanlah faktor satu-satunya. Sebab di banyak wilayah masih bisa dijumpai saluran drainase yang tersumbat sampah atau endapan lumpurnya sudah sedemikian tinggi.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar I Wayah Kujus Pawitra menjelaskan persoalan lingkungan, terutama akibat bencana, tentu menjadi perhatian semua komponen. Masyarakat, misalnya, mesti rutin membersihkan gorong-gorong dari sumbatan sampah. ‘’Hentikan buang sampah sembarangan terutama ke saluran drainase. Karena sampai akan menyumbat dan menghambat lajunya air. Maka ketika hujan, air meluber ke jalan atau permukiman,’’ jelasnya.

Kujus Pawitra mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim yang siap turun setiap saat untuk pembersihan saluran drainase tersumbat. Hal ini dilakukan dapat dilakukan secara sadar dan terus-menerus hingga potensi banjir dapat dihindari. Dia juga mewanti-wanti, agar masyarakat terus berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Karena hal ini akan sangat membantu untuk antisipasi bencana. ‘’Intinya, jangan diam saat kita melihat ada onggokan sampah yang akan menyumbat saluran air. Lakukan hal-hal seringan apa pun,’’ ujar pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar ini. *nvi,lsa

loading...

Komentar