nusabali

Wabup Suiasa Apresiasi LBF ke-11

  • www.nusabali.com-wabup-suiasa-apresiasi-lbf-ke-11

Bentuk Sinergi Pariwisata Dengan Pelestarian Seni, Adat dan Budaya

MANGUPURA, NusaBali
Kembali dihelatnya Legian Beach Festival (LBF) yang ke-11 kalinya, mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa. Hal tersebut disampaikan Wabup Suiasa usai membuka LBF di kawasan Pantai Melasti Legian, Kamis (8/11) malam. Dalam kesempatan tersebut pihaknya secara simbolos menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp 15 juta. Ikut hadir mendampingi angota DPRD Badung dapil Kuta yang juga bendesa Adat Legian, IGN Sudiarsa, perwakilan Kadis Pariwisata Badung, Sekcam Kuta besama Muspika, Lurah Legian dan LPM, Kepala Lingkungan, Stake holder di Legian dan undangan lainnya.

“Kita mengapresiasi kegiatan strategis ini bukan karena pertimbangan kepariwisataan saja, tapi juga untuk menggali, melestarikan, mengawal dan mengembangkan potensi seni, budaya mayarakat yang bisa diramu dan dikemas menjadi suatu pertunjukan yang menarik,” ujar Wabup Suiasa.

Dipaparkannya, LBF telah mampu memberikan ruang, waktu dan kesempatan kepada masyarakatnya, untuk bisa tampil dan mengeksplore dirinya. Dimana festival tersebut merupakan sinergi antara kebutuhan pariwisata dengan penggalian potensi, seni masyarakat yang berbasis adat budaya dan ekonomi masyarakat. Sebab sehebat apapun potensi yang dimiliki masyarakat, jika itu tidak diberikan ruang dan waktu untuk senantiasa tampil diberbagai kesempatan. Maka semangat dan motivasi masyarakat akan menurun dan potensi itu tidak akan bisa eksis. “Kesempatan ini sebenarnya sekaligus merupakan proteksi bagi masyarakat, agar bisa tumbuh dan berkembang menunjukan eksistensinya. Ini penting kita dorong secara terus menerus, kita harap agar LBF ini bisa terus bisa dilaksanakan berkesinambungan. Karena ini sangat bermanfaat, wisatawan asing juga terlihat sangat nyata melihat eksistensi masyarakat Bali, Legian ini,” paparnya.

LBF diakuinya juga sekaligus sebagai ajang pembuktian masyarakat Legian. Yangmana walaupun pergaulan masyarakat Legian sudah sering dengan komunitas internasional, namun komitmen mereka dalam pelestarian seni, adat dan budaya, sangat tinggi. Terlebih lagi dalam penyelenggaraan LBF kali ini diketahuinya tanpa bantuan pemerintah melalui APBD. Namun hal itu tidak membuat semangat masyarakat surut dan bisa kembali menyelenggarakan LBF. Hal itu dinilainya menunjukkan bahwa masyarakat Legian memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakan pencapaian tujuan pembangunan di sektor pariwisata. “Festival ini adalah bentuk promosi dan ini bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga oleh masyarakat sendiri. Namun kedepan kita akan siapkan dan kita akan coba nanti ikut berperan serta dalam budgetingnya,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Badung diakuinya senantiasa siap berkolaborasi dengan masyarakat, dalam upaya menggali potensi dan menumbuhkembangkan potensi masyarakat, baik dibidang seni, budaya, tradisi dan ekonomi kreatif. Pemkqb Badung diakuinya senantiasa memberikan ruang dan waktu kepada masyarakat, untuk mengeksplore dirinya kepada publik. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya festival yang ada di kabupaten Badung, yang dilaksanakan dengan konsep semesta berencana yaitu berperan bersama. “Pemkab Badung berkomitmen, menetapkan ikon dan menjadikan moto doktrin pariwisata di Badung dan Bali adalah pariwisata Budaya. Kemasannya ini adalah berbasiskan masyarakat atau community base tourism, karena itulah kita senantiasa melibatkan masyarakat. Dalam artian masyarakat yang berpromosi dan pemerintah sebagai mediator, fasilitasor dan regualator. Pemeritah memberikan ruang seluas luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara Bendesa Adat Legian IGN Sudiarsa menerangkan, perhelatan LBF merupakan bentuk kesadaran masyarakat Legian untuk menjaga eksistenai pariwisata. Dimana sektor pariwisata yang selama ini telah terbukti meningkatkan perekonomian dan taraf hidup maayarakat Legian, kini dikembalikan dalam bentuk sumbangsi promosi pariwisata melalui LBF. Ditegaskannya LBF akan tetap eksis dan senantiasa dilaksanakan berkesinambungan, walaupun dengan kondisi apapun. *

Komentar