nusabali

Rumah dan Motor Tertimpa Albesia

  • www.nusabali.com-rumah-dan-motor-tertimpa-albesia

Ceroboh saat kerja, rumah dan motor milik I Kadek Arta, 38, di Banjar Lusuh Kangin, Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Karangasem, tertimpa pohon albesia, Minggu (9/12) pagi.

AMLAPURA, NusaBali

Pohon albesia berdiameter 50 cm, tinggi sekitar 30 meter itu tumbang setelah dipotong menggunakan chainsaw (gergaji mesin) oleh saudagar kayu, I Made Trisnawati, dan anak buahnya. Sebelum memotong albesia, Kadek Arta sudah mengingatkan saudagar kayu itu.

Akibat tertimpa albesia rumah warga Kadek Arta remuk, genteng, kap, plafon, tembok, dan kap berantakan. Sepeda motor Suzuki DK 8003 ST juga rusak. Kadek Arta menuturkan, pagi itu, albesia milik I Nengah Kerti yang posisinya miring ke arah bangunan miliknya itu dijual kepada saudagar I Made Trisnawati dari Banjar Badeg Tengah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat. Ia mengingatkan saudagar kayu agar menebang pohon secara bertahap dan dikendalikan menggunakan tali agar tidak menimpa bangunan.

Sebelumnya albesia itu terpotong, pemilik rumah menjauh dari bangunan itu. Begitu batang pohon albesia dipotong oleh tiga tenaga masing-masing Made Berata, Ketut Merta, dan Ketut Wage, batang bagian tengah, terpotong dan menindih bangunan ukuran 12 meter x 9 meter. Sehingga bangunan itu remuk terdiri dari 4 kamar tidur, satu ruang tamu, satu ruang gudang, dan kamar kecil.

Semua kamar penuh dengan serakan pecahan genteng dan pecahan tembok. Meski rumah itu tidak bisa ditempati, Kadek Arta masih bisa tidur di bangunan kerabatnya yang jadi satu halaman. Korban melakukan negoisasi dengan saudagar kayu yang menyebabkan rumahnya remuk. “Dijanjikan akan diperbaiki seutuhnya,” jelas Kadek Arta. Saudagar kayu, I Made Trisnawati, mengakui telah melakukan pembicaraan dengan pemilik rumah. “Kami telah sepakat dengan surat perjanjian untuk memperbaiki rumah korban sepenuhnya,” jelas Made Trisnawati.

Made Trisnawati terjun langsung memegang chainsaw memotong batang kayu albesia bersama tiga tenaga andalannya. Chainsaw yang digunakan memotong kesulitan menembus tebalnya diameter kayu albesia hingga 50 cm. Di samping gigi gergaji mesin itu telah luntur. Terpisah, Perbekel Desa Peringsari, I Wayan Bawa, mengakui dapat laporan adanya saudagar kayu menebang kayu albesia kurang perhitungan, sehingga menimpa rumah warga. “Rumah itu rusak bukan karena bencana, tetapi tertimpa kayu setelah ditebang,” ungkap Wayan Bawa. *k16

Komentar