nusabali

Tommy Soeharto Jadi Kuda Hitam

  • www.nusabali.com-tommy-soeharto-jadi-kuda-hitam

Tommy Soeharto layak menjadi Caketum Golkar, karena dia pernah duduk di eksekutifnya Golkar sebagai anggota dewan pertimbangan.

Pendukung Akom di Bali Yakinkan Peluang Menang  

DENPASAR, NusaBali
Pendukung para kandidat calon ketua umum (Caketum) DPP Partai Golkar sama-sama ngotot akan peluang kandidatnya memenangkan pertarungan. Kemunculan putra mantan sesepuh Golkar Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dinilai bisa memecah konstelasi politik di internal Golkar. Tommy diprediksi akan jadi kuda hitam. Sementara kemunculan Tommy di Munaslub sebagai caketum justru memantik dukungan kepada Ade Komarudin (Akom) di Bali.

Kader senior Golkar Bali, Dewa Ngakan Rai Budiasa menyebutkan Tommy Soeharto layak menjadi Caketum Golkar. Karena Tommy pernah duduk di eksekutifnya Golkar sebagai anggota dewan pertimbangan Golkar. “Dia sebenarnya sudah pernah di level eksekutifnya Golkar. Tidak menutup kemungkinan Tommy bakal terus dapat dukungan di Munaslub Golkar,” ujar Dewa Rai Budiasa di Denpasar, Selasa (3/5).

Rai Budiasa mengatakan mendukung kader-kader muda yang maju. “Bukan hanya muda karena umur. Tetapi mereka caketum yang energik punya pikiran maju terhadap jalannya organisasi,” katanya. Mantan Wakil Ketua Asita (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies) DKI Jakarta ini kader-kader di bawah inginkan Golkar jadi partai yang modern.

“Apalagi Tommy Soeharto itu pengalaman di organisasi. Dia juga membina Pemuda Panca Marga. Sebagai kader di Bali kami mendukung kalau Tommy juga tampil di Munaslub Golkar,” kata politisi Golkar asal Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar ini.

Pria yang pernah menjadi staf Kedutaan Besar RI di Jerman ini menyebutkan sekarang ini pertarungan semakin sengit perebutan caketumnya.  Kata dia, ada gerakan dan informasi kalau Munaslub nanti mengarah kepada mengembalikan posisi Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. “Sinyal itu terlihat dari mundurnya beberapa kandidat yang sebelumnya ngotot maju,” ujar Rai Budiasa.

Dicontohkan seperti Idrus Marham yang sebelumnya ngotot nyalon caketum malah mendadak mundur. “Saya dapat info dari teman-teman di DPP kalau Munaslub nanti harapan Ical tetap menjadi Ketum. Dikait-kaitkan dengan caketum Idrus Marham mundur dari bursa calon,” ungkapnya.

Sementara Ketua Depidar (Dewan Pimpinan Daerah) SOKSI Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) menyatakan kemunculan Tommy Soeharto tidak mempengaruhi kekuatan dukungan terhadap caketum, Ade Komarudin. Apalagi Tommy Soeharto sudah sempat bertemu dengan Akom di Cendana (kediaman keluarga mantan Presiden Soeharto).

“Saya melihat Akom masih terus menguat dukungannya. Apalagi sudah bertemu dengan Pak Tommy Soeharto baru-baru ini. Ada pembicaraan penting di sana,” ujar politisi Golkar asal Banjar Gede, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Badung ini. Gus Adhi menegaskan Ade Komarudin sekarang masih kuat dukungannya. Dari DPD II dan DPD I, Ade mengantongi dukungan mayoritas.

“Ada 300 DPD I dan DPD II yang tetap menyatakan dukungan ke Ade Komarudin. Kekuatan Akom secara nasional sangat bagus. Di Bali pun kekuatan dukungan sudah terpetakan dengan solid,” imbuh anggota Komisi IV DPR RI ini. 7 nat

Komentar