nusabali

Kunjungan Wisman Tembus 3 Juta Lebih

  • www.nusabali.com-kunjungan-wisman-tembus-3-juta-lebih

Jumlah tersebut data hingga September 2016. Pemerintah berencana mengembangkan destinasi wisata baru.

MANGUPURA, NusaBali

Tingkat kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Bali dan Badung khususnya meningkat drastis. Hingga September 2016, Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupten Badung mencatat angka 3.119.956 wisatawan yang berkunjung ke Bali. Paling dominan wisatawan asal Australia dan China.

“Dibandingkan periode yang sama tahun 2015 terjadi peningkatan 21,59 persen. Kami optimis target lebih dari 4,3 juta wisatawan akan terpenuhi hingga akhir tahun,” kata Kepala Disparda Badung Cokorda Raka Darmawan, Jumat (7/10).

Dikatakan dalam lima tahun terakhir, target peningkatan kunjungan wisatawan selalu terpenuhi. Rata-rata setiap tahun terjadi peningkatan 5-10 persen. Pihaknya menilai tren kenaikan ini cukup bagus bagi perkembangan dunia pariwisata di Bali, dan diharapkan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang.

Masih menurut pejabat asal Gianyar, tersebut, paling dominan masih dipegang oleh wisatawan asal Australia. Walau belakangan wisatawan China menguntit. “Sebetulnya sampai sekarang wisatawan Australia masih mendominasi. Namun terkadang dari China lebih banyak, tapi pada waktu-waktu tertentu saja,” tuturnya.

Guna semakin meningkatkan kunjungan wisatawan berbagai upaya dilakukan. Seperti mengikuti Internationale Tourismus-Bourse (ITB) di Berlin, Jerman. Sekaligus promosi ke tiga kota besar di Australia, seperti Perth, Melbourne, dan Sydney. Keikutsertaan Pemkab Badung diajang ITB di Berlin terbilang rutin, terakhir Pemkab Badung menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Badung.

Selain promosi ke Eropa, Australia, dan tingkat ASEAN, pemerintah dengan anggaran yang dipersiapkan Rp 3 miliar untuk tahun 2016, juga mulai membuka pangsa pasar ke China dan Jepang. Selain tentu ke negara tetangga seperti Singapura, dan lain-lain.

Program lainnya, papar Raka Darmawan, dari sisi destinasinya berencana mengembangkan potensi-potensi baru. Beberapa yang bakal dibidik adalah Pantai Melasti di Ungasan dan Air Terjun Penikit di Kecamatan Petang. “Ini beberapa yang sudah kami inventarisasi dan yang akan kami kembangkan ke depan,” ucapnya.

Walaupun akan mengembangkan destinasi baru, tetapi pemerintah tetap menggariskan objek daya tarik wisata (ODTW) tersebut tetap melindungi alam sekitar. “Daya tarik kita tetap berbasis budaya, tidak semata-mata seni, tetapi juga alam,” tandasnya.

Saat ini Pemkab Badung memiliki deretan objek wisata terkenal, seperti Taman Ayun, Pura Uluwatu, Objek Wisata Sangeh, Air Terjun Nungnung, Pantai Pandawa, Labuan Sait. Dan tentu saja Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak masuk deretan objek wisata yang familiar dan mendunia.

Sementara dari sisi industri, imbuh Raka Darmawan, Pemkab Badung menggandeng pihak asosiasi dan industri pariwisata atau stakeholder terkait untuk bersama-sama meningkatkan keamanan. “Keamanan adalah kuncinya untuk tetap menjaga pariwisata yang sudah semakin berkembang seperti sekarang. Makanya kami senantiasa berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Bali, terutama terkait sistem manajemen pengamanan hotel,” kata dia.

Masih soal keamanan, pemerintah daerah juga memasang puluhan CCTV di tempat-tempat strategis. “Tujuannya juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dan untuk membantu arus lalu lintas juga,” tukasnya.

Sebelumnya, pihak Angkasa Pura I mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kecamatan Kuta, Badung. Sampai dengan akhir triwulan 3 atau September 2016, salah satu bandara tereibuk di dunia ini telah melayani 14,8 juta penumpang.

Apabila dilihat dari komposisinya, jumlah penumpang domestik dan internasional relatif sama yaitu masing-masing 7,4 juta penumpang. “Dalam periode 4 tahun terakhir, pertumbuhan penumpang tahun 2016 ini adalah yang tertinggi,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi, Kamis (6/10). Selain jumlah penumpang, peningkatan juga terjadi pada jumlah cargo baik yang inbound atau outbound serta pergerakan pesawat.

Adapun jumlah barang yang diangkut melalui cargo mengalami peningkatan yang sangat signifikan, mencapai lebih dari 30 ribu ton atau naik 39 persen dibanding 2015. Sedangkan jumlah pergerakan pesawat naik 10 persen yaitu 103 ribu pesawat. * asa

Komentar