Budidaya Gemitir
Bunga Gemitir merupakan salah satu kebutuhan masyarakat Bali. Pertama untuk memenuhi kebutuhan upacara agama dan adat.
Yang kedua untuk pemenuhan kebutuhan terkait pariwisata. Misalnya untuk keperluan dekorasi. “Kebutuhan bunga gemitir cukup besar di Bali,” ujar Agus Erpan, seorang petani bunga Gemitir dari Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Senin (10/10). Dia mencontohkan pasokan bunga Gemitir di Pasar Galiran, Klungkung. Menurut Agus Erpan di Pasar Galiran, antara 20-25 ton bunga berwarna kuning atau orange ini dipasok setiap hari. Untuk diketahui Pasar Galiran merupakan pasar bunga Gemitir terbesar di Bali. Selain di Pasar Galiran, Gemitir juga dipasok di pasar- pasar lainnya di seluruh Bali. Kebutuhan bunga yang juga memiliki banyak khasiat di bidang kesehatan ini meningkat jelang hari raya keagamaan terutama Galungan dan Kuningan. Namun justru saat itu pasokan biasanya over suplay. Karenanya sekarang ini petani Gemitir tak saja fokus budidaya untuk kebutuhan hari raya keagamaan, namun juga budidaya untuk pemenuhan pasar sehari- hari. “Kebutuhan sehari- hari juga banyak,” ungkap pemilik usaha Bali Gemitir yang kini sedang membudidayakan dan memperkenalkan 25 varietas Gemitir. *K17
Komentar